Daerah

Komisi Yudisial Keluarkan Seruan Terkait Putusan Dua Tahun Penjara Ahok

TEROPONGNTT, KUPANG – Komisi Yudisial (KY) RI merespon putusan dua tahun penjara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama  atau Ahok dengan mengeluarkan seruan untuk tetap rasional dan menjaga sikap yang sehat. Ahok divonis penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta dalam kasus penistaan agama.

Perihal seruan Komisi Yudisial yang disampaikan Juru Bicara Komisi Yudisial RI, Farid Wajdi dijelaskan kembali oleh Penghubung Komisi Yudisial (KY) Wilayah NTT, Rudolfus Tallan, S.H., M.H. kepada wartawan di Kupang, Rabu (10/5/2017) siang. Menurut Tallan, dalam seruan tersebut ada empat poin yang disampaikan Juru Bicara Komisi Yudisial RI, Farid Wajdi.

Pertama, kata Tallan, terhadap substansi putusan perkaranya, apapun upaya yang hendak ditempuh terdakwa Ahok, maka gunakan jalur hukum, jangan keluar dari jalur tersebut dan mulailah percaya kepada sistem peradilan Indonesia. Kedua, terhadap dugaan pelanggaran perilaku, gunakan jalur pelaporan yang telah diatur, dan Komisi Yudisial (KY) berusaha keras untuk tetap objektif dan serius dalam perkara ini.

Hal ketiga, kata Tallan, terhadap pemberitaan di media, dalam kecenderungan apapun itu, media diharapkan objektif dalam memberitakan. Berusahalah untuk tidak menjadi peradilan kedua selain ruang sidang dan majelis hakimnya. Publik tidak harus dibebani lagi dengan pemberitaan media dalam perkara ini.

Sementara poin keempat seruan Komisi Yudisial yang disampaikan Juru Bicara Komisi Yudisial RI, Farid Wajdi, kata Tallan, terhadap para pihak yg pro maupun kontra, dan siapapun itu, sekali lagi Komisi Yudisial RI menghimbau agar menggunakan jalur yang sesuai. Jika hendak menggunakan haknya di publik, maka komentarilah secara wajar, berhenti untuk mempengaruhi keputusan majelis hakim.

“Mari memulai untuk bisa saling koreksi dan tetap pada cara yang sehat, bahkan tanpa kerusakan sedikitpun,” kata Tallan. (*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top