Daerah

Ketua PKPI Ende Desak Proses Hukum Dugaan Gratifikasi Anggota DPRD Ende

TEROPONGNTT, ENDE — Ketua DPC Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Ende, Haji Pua Ndale menanggapi dugaan gratifikasi delapan anggota DPRD Kabupaten Ende seperti diungkap Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende. Haji Pua Ndale bahkan mendesak agar kasus ini diproses hukum.

Kepada wartawan pada acara Launching Pilkada PKPI di Ende, Kamis (18/5/2017) siang, Ketua DPC PKPI Kabupaten Ende, Haji Pua Ndale mengatakan, dugaan gratifikasi sebenarnya sudah ditangani aparat penegak hukum di Kabupaten Ende. Namun, masih sebatas dugaan sehingga butuh pembuktian yang akurat.

Jika delapan oknum anggota DPRD Kabupaten Ende memang benar-benar terbukti, kata Haji Pua Ndale, silahkan diproses hukum. Supaya hukum jangan hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.

Namun demikian, Haji Pua Ndale mengatakan, partai PKPI sangat mengharapkan, proses hukum bisa membuat terang menderang dugaan gratifikasi ini sehingga masyarakt bisa mengetahui siapa-siapa saja yang terlibat. Pasalnya, nama lembaga DPRD Kabupaten Ende kini dibawa-bawa.

Haji Pua Ndale yang juga anggota DPRD Kabupaten Ende ini, mengharapkan, penegak hukum profesional dalam menangani dugaan gratifikasi tersebut. Yang salah katakan salah dan yang benar katakan benar.

Dugaan gratifikasi anggota DPRD Kabupaten Ende terungkap saat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende menggelar aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende, Jumat (12/5/2017) siang. Dalam orasinya, aktivis PMKRI Cabang Ende, Angan Riwu menyebut, ada delapan anggota DPRD Ende yang diduga terlibat dalam dugaan grativikasi ini.

Kasus dugaan gratifikasi tersebut, menurut PMKRI Cabang Ende, terjadi saat pembuatan Perda Kabupaten Ende tentang Penyertaan Modal di PDAM Ende. Untuk memperlancar pembahasan dan penetapan perda tersebut, pihak  PDAM Ende diduga memberikan sejumlah uang kepada 8 anggota DPRD Ende. Karena itu, PMKRI mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende segera mengambil alih kasus gratifikasi tersebut. (JR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top