Daerah

Ketika Pelabuhan Tenau Kupang Menerapkan Sistem Digitalisasi Seperti Pelabuhan Tanjung Priok

TEROPONGNTT, KUPANG – Pelabuhan Tenau Kupang merupakan pelabuhan terbesar di wilayah Provinsi NTT yang juga dikenal sebagai provinsi kepulauan. Sebagai pelabuhan terbesar, aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Tenau Kupang tentu lebih sibuk dibanding pelabuhan-pelabuhan lainnya di wilayah provinsi Flobamorata ini.

Bahkan pada musim-musim tertentu, terutama menyambut hari raya seperti saat menyambut hari raya Natal dan Tahun Baru, biasanya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tenau Kupang sangat padat. Apalagi ketika sedang musim penghujan disertai cuaca buruk karena angin kencang dan gelombang laut yang tinggi, kapal-kapan terpaksa antrian untuk kegiatan bingkar muat.

Umumnya barang-barang yang dipasok dari luar ke Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Pelabuhan Tenau Kupang adalah barang kebutuhan pokok masyarakat. Sementara barang dari NTT yang dikirim ke luar seperti ke Pulau Jawa, Bali dan lainnya adalah produk pertanian dan peternakan. Menggunakan kapal tol laut, sapi pedaging asal NTT biasanya dikirim ke Jakarta untuk memnuhi kebutuhan daging sapi di Ibu Kota Negara.

Untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pelayanan di kawasan pelabuhan, maka sejak September 2019, Pelabuhan Tenau Kupang yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) menerapkan system digitalisasi dalam pelayanan jasa pelabuhan.  Bahkan, sejak menjadi pelabuhan digital, aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Tenau Kupang menjadi lebih cepat dari biasanya.

“Pelabuhan digital juga untuk persiapan bongkar-muat bahan kebutuhan pokok pada Desember dan tahun baru,” kata General Manager PT Pelindo III Pelabuhan Tenau, Baharuddin, kepada wartawan di Kupang, Jumat (1/11/2019).

Jika sebelumnya saat menggunakan system manual, dalam satu jam cuma berhasil keluarkan 18 box kontener dari kapal, maka dengan penerapan pelabuhan digitalisasi, dalam satu jam bisa mengeluarkan 26 box kontener. Antrian kapal di pelabuhan juga tidak ada lagi.

Meski demikian, apa yang terjadi di Pelabuhan Tenau Kupang tentu berbeda jauh jika dibandingkan dengan aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta atau di pelabuhan besar lainnya di Pulau Jawa dan Sumatera yang dikelola PT. Pelindo II. Apalagi Pelabuhan Tajung Priok merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia dan berfungsi sebagai pintu gerbang arus keluar-masuk barang ekspor-impor maupun barang antar pulau.

Fasilitas pelayanan yang dimiliki Pelabuhan Tanjung Priok juga cukup memadai untuk melayani arus keluar masuk barang, baik berupa barang curah, konvensional maupun container. Terminal pelayanan peti kemas ekspor-impor di pelabuhan ini saja dilengkapi dengan 5 terminal yakni, Jakarta International Container Terminal I (JICT I), Jakarta International Container Terminal II (JICT II), Terminal Petikemas Koja (TPK Koja), Mustika Alam Lestari (MAL) dan Multi Terminal Indonesia (MTI).

Berbeda dengan Pelabuhan Tenau Kupang yang cuma dilengkapi Fasilitas Bangunan, Lapangan Penumpukan 3 Ha, Gudang, Terminal Penumpang, Area Parkir dan Reefer plug 36 unit. Serta fasilitas peralatan berupa, 1 Unit Ship to Shore Crane Kapasitas 35 Ton, 1 Unit Mobile Crane Kapasitas 120 Ton, 2 Unit Rubber Tyred Gantry Kapasitas 40 Ton, 2 Unit Reach Stacker Kapasitas 40 Ton, 1 Unit Top Loader Kapasitas 35 Ton, 1 Unit Forklift Kapasitas 10 Ton, 1 Unit Forklift Kapasitas 5 Ton, 2 Unit Grabe Kapasitas 7 Ton, 2 Unit Hopper Kapasitas 10 Ton dan 4 Unit Truk

Dengan kondiri ini,tentu, fasilitas yang disiapkan Pelabuhan Tanjung Priok harus lebih memadai. Apalagi menjadi Pelabuhan Kelas Dunia dan menjadi Pelabuhan Utama bagi Indonesia. Penerapan Digitalisasi Pelabuhan, ntegrasi Pelabuhan, Shipping Lines dan Industri memang harus dilakukan. Apalagi, pelabuhan sekelas Pelabuhan Tenau Kupang saja sudah menerapkan system digitalisasi pelabuhan.

Karena itu diharapkan, Pelabuhan Tenau Kupang sebagai pelabuhan internasional yang sudah memiliki sertifikat jaminan keamanan dari Kementerian Perhubungan RI, harus terus membenahi diri mengikuti contoh yang dilakukan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Meskipun Pelabuhan Tenau Kupang dikelola PT. Pelindo III sementara Plabuhan Tanjung Priok Jakarta dikelola PT. Pelindo II.

(*/max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top