Politik

Ketika Kepemimpinan Tri Rismaharini Dilihat dari Kacamata Orang Luar Kota Surabaya

TEROPONGNTT, SURABAYA  –  Suatu ketika di bulan Oktober 2020, tiga wartawan di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  menyinggung tentang kepemimpinan Wali Kota Surabaya, Dr.(H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T dalam obrolan mereka.  Saat itu, ketiga wartawan tersebut sedang asik nongkrong di sebuah warung kopi di komplek belakang Kantor DPRD Provinsi NTT.

Obrolan itu muncul karena salah satu wartawan mengangkat peristiwa tentang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma)  yang marah-marah gara-gara fasilitas umum di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim),  dirusak para demonstran pada  hari Kamis, 8 Oktober 2020.  Berita tentang Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang marah-marah baru saja dibaca wartawan tersebut di sebuah media siber.

“Ibu Risma adalah Wali Kota Surabaya yang lebh dikenal luas dibanding Wali Kota Surabaya yang lainnya di masa sebelumnya. Selain karena keberhasilan membawa perubahan di Kota Surabaya, juga dikenal karena gaya suka marah-marahnya,” kata seorang wartawan lainnya.

Antonius Arianto, seorang warga Surabaya yang pernah menjadi wartawan di Kupang, saat dihubungi pertelepon pada Sabtu (14/11/2020), mengaku sedang berada di Kota Surabaya. Ketika ditanya tentang perubahan Kota Surabaya selama kepemimpinan Tri Rismaharini, wartawan yang biasa disapa Mas Anto ini mengatakan, terlau banyak perubahan dan keberhasilan yang diraih selama kepemimpinan Ibu Risma, begitu Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini biasa disapa.

Mas Anto menolak menceritakan lebih jauh, seperti apa perubahan Kota Surabaya dimasa kepemimpinan Ibu Risma. Mas Anto justru menganjurkan untuk meminta pengamat berkomentar tentang keberhasilan kepemimpinan Tri Rismaharini. Salah satu dosen di Univeristas Surabaya (Ubaya) pun direkomendasikan Mas Anto untuk dimintai komentarnya sebagai pengamat. Sayangnya, dosen tersebut tidak berhasil dihubungi pertelepon.

Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Administrasi & Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia, Retnowati WD Tuti & Sa’diyah El Adawiyah, dalam artikel yang diterbitkan jurnal.umj.ac.id › article  menyatakan, kepemimpinan perempuan di berbagai daerah telah memberikan warna berbeda. Kepemimpinan politik perempuan yang feminism memberikan sebuah pendekatan empati. Pendekatan ini membedakan dengan pendekatan kepemimpinan maskulin.

Kepemimpinan politik yang feminis dan kebijakan pembangunan yang pro pada perempuan, tulis Retnowati WD Tuti & Sa’diyah El Adawiyah, dianggap lebih dapat menyelesaikan persoalan yang mendasar di dalam masyarakat seperti isu kesehatan perempuan dan anak, pemberdayaan ekonomi perempuan, pendidikan bagi perempuan, maupun isu-isu kekerasan terhadap perempuan, isu-isu pro perempuan. Hal ini disebabkan karena perempuan tidak hanya merawat dirinya tetapi juga lingkungan sosialnya.

Seperti ditulis Retnowati WD Tuti & Sa’diyah El Adawiyah, hasil penelitian mereka mengungkapkan bahwa prestasi Tri Rismaharini selama memimpin Surabaya karena tipe kepemimpinannya yang bureaucratic entrepreneur, demokratis, dan memiliki empati.

Pemerintah Kota Surabaya melalui website resminya www.surabaya.go.id, menampilkan moto “Surabaya, Kota Sentosa, Berkarakter, Berdaya Saing Global, Berbasis Ekologi”. Sebuah motto yang member makna penting bagi warga Kota Pahlawan tersebut, bahwa untuk menjadikan Surabaya sebagai Kota yang Sentosa, masyarakatnya tentu harus  berkarakter, berdaya saing global, serta tetap berbasis ekologi dalam setiap usaha.

Website ini juga menyajikan profil Wali Kota Surabaya, Dr.(H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T dan lainnya, serta publikasi berbagai program pembangunan dan kegiatan-kegiatan pemerintahan Kota Surabaya. Berbagai program dan keberhasilan yang telah diraih ada dalam website ini.

Berbagai penghargaan dan tanda jasa pun telah banyak diraih Ibu Risma selama memimpin Kota Surabaya sejak tahun 2007 hingga saat ini. Seperti  Penghargaan Ki Hajar Award 2016,  Wali Kota Terbaik Ketiga Di Dunia Versi World Mayor Project,  Walikota Terbaik Dunia – Bulan Februari 2014, By The City Mayor Foundation, www.citymayors.com, dan lainnya.  Sementara hasil karya Ibu Risma yang membanggakan diantaranya,  APBD Kota Surabaya Di Atas 4.2 Triliun, Anggaran Pendidikan Surabaya Diatas 32%, Penambahan Lokasi Sentra PKL Sebanyak 19 Sentra Dan Pasar Masyakarat Sebanyak 7 Titik,  Peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Menjadi 20.19 %, serta Pembuatan E – Procurement Pemerintah Kota Surabaya.

Jika demikian kenyataanya, maka kepemimpinan Kota Surabaya berikutnya setelah kepemimpinan Dr.(H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T tentu akan emnjadi tantangan yang sulit. Butuh kreatifitas, inovasi dan kerja keras. Yang pasti, gaya marah-marah Ibu Risma bisa bikin kangenin bagi warga Kota Surabaya nantinya.

(*/Maximilianus Marho)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top