Daerah

Kepala Labkesda NTT Tanggapi Kasus Pengambilan Sampel Darah di Kayu Putih Kupang

TEROPONGNTT, KUPANG – Kasus pengambilan sampel darah di rumah warga RT 28 RW 8 Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang juga mendapat tanggapan dari Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) NTT, Agustinus Sally. Menurut Agustinus Sally, pengambilan sampel darah seseorang untuk kepentingan pemeriksaan kesehatan ada protapnya.

Agustinus Sally yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (31/5/2017) siang, mengatakan, pengambilan sampel darah untuk kepentingan pemeriksaan kesehatan harus dilakukan sesuai aturan kesehatan. Harus dilakukan oleh lembaga yang  berkompeten dan memiliki ijin serta dilakukan petugas kesehatan yang mempunyai sertifikat kompetensi.

Lembaga atau instansi yang berkompeten sesuai aturan kesehatan, kata Agustinus Sally, adalah laboratorium, puskesmas atau rumah sakit yang memiliki fasilitas laboratorium dan laboratorium klinik. Pengoperasian peralatan kesehatan juga harus ada ijinnya dari instansi yang terkait.

Tentang pengambilan sampel darah di rumah warga, kata Agustinus Sally, hanya bisa dilakukan atas permintaan pasien. Bukan petugas mendatangi rumah warga dan menawar-nawar kepada sembarang orang. Peralatan laboratorium yang dibawa petugas laboratorium pun harus lengkap. Bukan sekedar membawa mikroskop dan jarum.

“Kalau seandainya warga Kayu Putih Kota Kupang tidak melapor ke polisi pasti kami dari Labkesda NTT yang akan melapor. Karena informasinya, mereka juga membawa-bawa nama Labkesda NTT saat beraksi untuk mendapat  kepercayaan warga atau para korban,” kata Agustinus Sally.

Agustinus Sally menggingatkan warga di seluruh wilayah Provinsi NTT untuk berhati-hati. Pengambilan darah tanpa menggunakan peralatan kesehatan  yang steril sangat berbahaya bagi kesehatan.

Agustinus Sally menambahkan, apa yang dilakukan petugas CV Karya Mandiri Persada Indonesia terhadap warga RT 28 RW 8 Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, sudah termasuk pelanggaran hukum dan mall praktek. Ancaman hukumannya sesuai UU kesehatan bisa mencapai lima tahun penjara. (*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top