Daerah

Kelurahan Kayu Putih Gelar Lomba Inovasi Antar RT Guna Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI

TEROPONGNTT, KUPANG — Sebuah terobosan luar biasa diambil pihak Keluarahan Kayu Putih dalam menyongsong HUT RI ke-74 tahun 2019. Terobosan yang dilakukan adalah lomba inovasi antar RT se-Kelurahan Kayu Putih.

Hal ini diungkapkan Lurah Kayu Putih, Jap Yesua, S.H saat ditemui di kelurahan tersebut, Rabu (14/8/2019). Selain untuk menyongsong HUT Kemerdekaan RI, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan partisipasi aktif dari warga masyarakat.

“Untuk mendukung visi dan misi Wali Kota Kupang, maka kami terus melakukan inovasi dengan berbagai terobosan baru yang selalu bermuara pada konsep Smart City, sebagaimana yang sering diungkapkan oleh Bapak Wali Kota Kupang. Khusus Kelurahan Kayu Putih, kami mengadakan kegiatan lomba inovasi antar RT yang didalamnya mencakup kebersihan dan keindahan lingkungan,” jelas Yesua.

Yesua mengatakan, selama ini banyak hal telah dilakukan pemerintah di Kelurahan Kayu Putih. Oleh sebab itu, pada peringatan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2019 ini, pemerintah dan masyarakat Kelurahan Kayu Putih mencoba memotret kembali semua hal yang telah dilakukan.

“Tujuannya, sekali lagi, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan di sekitar rumah. Kelurahan kita sering mengalami masalah DBD. Tentu masih banyak lagi persoalan kesehatan lainnya. Dengan kegiatan ini, kita harapkan dapat memberikan dampak positif bagi warga agar terhindar dari berbagai macam penyakit atau persoalan penyakit dapat diminimalisir,” jelas Lurah yang penuh semangat ini.

Ia menambahkan, akan memberikan apresiasi kepada RT yang mendapat juara terbaik dan juga memberikan hukuman bagi RT yang mendapat juara terjelek yaitu dengan memberikan bendera hitam dan dinaikan di depan rumah ketua RT. “Ini untuk menjadi pemicu agar tahun berikut harus berubah kea rah lebih baik lagi,” lanjut Yesua.

Dalam kegiatan ini, pihak keluarahan bekerja sama dengan pihak kampus yang ada di wilayah Kelurahan Kayu Putih sebagai tim penilian. Para penilai tersebut adalah. Vinsen Belawa Making SKM.,M.Kes (Kepala LP3M Universitas Citra Bangsa) dan Benyamin Jago Belalawe, S.Kom., M.Kom (Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Stikom Uyelindo). Penilaian telah dilakukan sejak awal Agustus dan akan berakhir pada 15 Agustus 2019.

“Kita telah melakukan penilaian sejak awal bulan ini. Ada pun item penilaian terdiri dari 3 bagian besar yaitu pertama, dari segi manajemen RT. Kita ingin melihat bagaimana peran masing-masing ketua RT dalam memanage semua hal, mulai dari administrasi hingga pada penggerakan masyarakat. Seorang ketua RT, kata Benyamin, perlu memiliki visi yang jelas dan semangat bekerja yang tinggi serta mampu mengayomi masyarakat,’ kata Benyamin Jago Belalawe, S.Kom., M.Kom (Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Stikom Uyelindo).

Kedua, kata Benyamin, adalah kondisi lingkungan RT. Pada tahap ini yang dilihat adalah keadaan secara umum lingkungan wilayah RT, mulai dari kebersihan, pembuangan sampah, penghijauan, tanaman obat hingga proses pemeliharaan kebersihan itu sendiri.

“Ketiga, aktivitas menyongsong HUT RI. Sebagai seorang warga Negara yang baik tentu kita semua wajib memiliki jiwa nasionalis. Hal ini harus ditunjukan dengan hal-hal yang sederhana seperti; memasang bendera, umbul-umbul dan berbagai aktivitas untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Harapan kita, ini akan menjadi bahan refleksi bagi semua RT agar dapat berubah ke arah yang lebih baik lagi,” jelas Benyamin Jago Belalawe.

Hal senada diungkapkan Vinsen Belawa Making SKM.,M.Kes (Kepala LP3M Universitas Citra Bangsa).

“Sebagai tim penilaian kita hanya memotret lingkungan RT secara garis besar dan memberikan masukan. Ke depan kita akan bekerja sama lebih intens lagi. Jadi kami dari UCB akan mendukung lewat berbagai kegiatan promosi kesehatan, pendidikan dan teknik. Kita juga akan buat spot untuk literasi. Nanti teman-teman dari Stikom akan membantu lewat administrasi RT digitas dan komputerise. Sekali lagi harapan kami, Kelurahan kayu Putih harus menjadi kelurahan pendidikan. Sebab letak kelurahan ini sangat strategis yaitu memiliki 6 perguruan tinggi besar. Ini modal yang luar biasa bagus untuk menciptakan berbagai inovasi ke depannya,” jelas Making.

(*/VM)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top