Daerah

Mahasiswa Politeknik Negeri Kupang Terpaksa Gelar Sendiri Upacara Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI

  • Kecewa Dengan Pimpinan Kampus

TEROPONGNTT, KUPANG –  Lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi (PT), biasanya menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di sekolah atau kampus masing-masing. Namun hal berbeda terjadi di kampus Politeknik Negeri Kupang (PNK) pada perayaan peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), 17 Agustus 2017.

Di kampus Politeknik Negeri Kupang (PNK) ini,  upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), 17 Agustus 2017 tidak digelar. Tidak ada pula kegiatan perlombaan atau kegiatan lainnya yang bertujuan untuk memeriahkan peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan  RI tersebut.

Ternyata sikap pimpinan kampus yang tidak menggelar upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ini membuat para mahasiswa Politeknik Negeri Kupang (PNK) protes dan kecewa.  Dengan wajah kecewa, para mahasiswa terlihat berada di sekitar gedung Auditorium kampus PNK tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kamis (17/8/2017) siang, di dalam aula auditorium PNK berlangsung kegiatan pendidikan awam bagi mahasiswa baru Politeknik Negeri Kupang (PNK). Kegiatan pendidikan awam bagi mahasiswa baru tidak diliburkan meskipun sedang hari raya peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Sesuai informasi yang diterima wartawan saat itu, para mahasiswa PNK berencana menggelar aksi protes kepada pimpinan kampus karena tidak menggelar upacara Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia secara intern di kampus. Karena menurut para mahasiswa, upacara peringatan HUT Kemerdekaan merupakan peristiwa yang sangat penting, apalagi di lembaga pendidikan.

Melalui upacara peringatan HUT Kemerdekaan, mahasiswa sebagai generasi muda dan generasi penerus bangsa, bisa lebih mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menghormati jasa-jasa para pahlawan, menghormati bendera sebagai lambang Negara , mengamalkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Sekitar pukul 11.50 wita, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNK, Krispianus Naiwona bersama jajaran pengurusnnya, sebagai perwakilan dari para mahasiswa PNK, kemudian menggelar konferensi pers di ruang secretariat BEM PNK. Konferensi pers digelar untuk mengungkapkan kekecewaan mereka sebagai mahasiswa atas sikap pimpinan kampus yang tidak menggelar Upacara Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di lingkungan kampus tersebut.

BEM PNK3Kepada wartawan, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNK, Krispianus Naiwona menjelaskan,  sebagai mahasiswa mereka sangat kecewa dengan kebijakan atau keputusan pimpinan kampus yang tidak menggelar upacara peringatah HUT ke-72 Kemerdekaan RI di kampus Politeknik Negeri Kupang (PNK).  Apalagi alasannya Cuma karena Direktur Politeknik Negeri Kupang (PNK), Nonce Farida Tuati, SE,M.Si harus memenuhi undangan pemerintah Provinsi NTT untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Rumah Jabatan Gubernur NTT.

“Sebenarnya kami tidak mempersoalkan Direktur Politeknik Negeri Kupang (PNK) mengikuti upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di tingkat Provinsi NTT. Tapi pertanyaan kami, kenapa diinternal kampus tidak dilaksanakan upacara. Di internal lembaga harusnya tetap dilakukan upacara,” kata Naiwona.

Kalau memang direktur diundang mengikuti upacara di tingkat provinsi, kata Naiwona, setidaknya harus ada mandat dari beliau, karena di kampus ada pembantu direktur (Pudir) 1,  Pudir 2 dan Pudir 3, serta ada juga dosen Pembina. Paling tidak dimandatkan, supaya upacara  peringatan HUT kemerdekaan RI tetap bisa dilaksanakan di kampus.

“Saya dan teman-teman melihat ini tidak sebagai persoalan kecil, tapi ini persoalan yang sangat besar. Karena ini sangat mempengaruhi intelektual dari teman-teman mahasiswa. Apalagi, pada momentum  17 Agustus ini bertepatan dengan momen kegiatan pendidikan awam bagi mahasiswa baru Politeknik  Negeri Kupang. Pola pembinaan yang kami terapkan di adik-adik peserta pendidikan awam, tidak terlepas juga  kami harus memberikan gambaran-gambaran kepada adik-adik, membimbing. Tetapi apa daya kami sebagai senior, kalau pada saat seperti ini, justru kami tidak melakukan upacara,” kata Naiwona.

Menurut Naiwona, peristiwa tidak digelarnya upacara peringatan HUT kemerdekaan RI ini menjadi pukulan keras bagi mereka sebagai mahasiswa. Apalagi, sudah dua tahun berturut-turut tidak ada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di kampus Politeknik Negeri Kupang.

“Kami sdah konfirmasi, kami pertanyakan kepada pimpinan kampus. Tadi pagi kami bertanya juga kepada Pudir III, mengapa tidak digelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di kampus. Kata Pudir III, beliau sudah kontak ibu direktur, hanya tidak ada jawaban. Sebenarnya bukan cuma kami saja yang mengeluh atas apa yang terjadi, tapi bapak-ibu pembina juga sedikit kecewa, kenapa hari ini tidak dilakukan upacara di kampus,” kata Naiwona.

Dikatakan Naiwona, mahasiswa baru juga bertanya kepada mereka sebagai mahasiswa senior, mengapa tidak digelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di kampus PNK.  Sebagai mahasiswa senior dan pengurus BEM PNK, mereka tentu merasa kecewa.

Apalagi, kata Naiwona, sebenarnya sudah ada agenda kampus untuk menggelar upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI pada pagi hari baru dilanjutkan dengan kegiatan pendidikan awam bagi mahasiswa baru. Cuma karena diundang mengikuti upacara di kantor gubernur maka Direktur PNK batalkan rencana upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di kampus.

“Kami sebenarnya sudah niat untuk menggelar aksi protes. Hampir saja kami mau pulangkan mahasiswa baru, karena mereka tanya terus. Kami sudah protes dari tadi pagi. Hanya kata Pudir 3, harus ada konfirmasi dari Direktur PNK baru bisa digelar uapacaranya,” kata Naiwona.

Setelah menggelar konferensi pers, sekitar pukul 13.25 wita, para mahasiswa kemudian menggelar upacara penghormatan kepada Bendera Merah Putih di halaman kampus Politeknik Negeri Kupang (PNK) sebagai bagian dari Upacara Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNK, Krispianus Naiwona bertindak sebagai inspektur upacara, sementara salah satu mahasiswa bertindak sebagai pemimpin upacara.

Upacara penghormatan kepada Bendera Merah Putih sebagai bagian dari Upacara Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar mahasiswa PNK ini berlangsung sederhana. Setelah barisan para mamhasiswa sebagai peserta upacara disiapkan, pemimpin upacara lalu melapor kepada inspektur upacara bahwa upacara siap dilaksanakan.

Selanjutnya, para mahasiswa melakukan penghormatan kepada bendera Merah Putih sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selesai lagu Indonesia raya, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dipimpin  inspektur upacara.

Pemimpin upacara lalu melapor kepada inspektur upacara bahwa upacara telah selesai dan peserta upacara dibubarkan. Usai menggelar upacara penghormatan kepada bendera merah putih, para mahasiswa PNK yang berjumlah sekitar 50-an orang tersebut, lalu melakukan foto bersama dibawah tiang bendera dengan latar belakang gedung Direktur PNK. Mereka tampak senang dan bahagia, bisa menggelar upacara memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan RI meski dilakukan secara sederhana tanpa pimpinan kampus.

Kepada wartawan usai menggelar upacara, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNK, Krispianus Naiwona mengatakan, mereka hanya menggelar upacara penghormatan bendera karena bendera sudah dikibarkan sejak pagi harinya oleh petugas kampus. Karena itu, yang mereka lakukan adalah upacara penghormatan terhadap bendera memrah putih saja.

“Tidak mungkin kami menurunkan bendera lalu mengibarkan kembali. Karena itu, kami Cuma menggelar upacara penghormatan kepada bendera Merah Putih. Kami berharap, kedepan peringatan HUT Kemerdekaan RI bisa digelar di kampus ini,” kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNK, Krispianus Naiwona dibenarkan rekan-rekannya.

Saat para mahasiswa menggelar upacara penghormatan bendera ini, Kepala Bagian Humas PNK, Adolf Malo Rangga, S.E tampak menyaksikan dari Pos Security Kampus yang letaknya tidak jauh dari lokasi tempat upacara bendera. Kepala Bagian Humas PNK, Adolf Malo Rangga, S.E menyaksikan bersama beberapa petugas security kampus yang sedang bertugas saat itu.

Adolf Malo Rangga, S.E yang dikonfirmasi wartawan karena Direktur Politeknik Negeri Kupang (PNK), Nonce Farida Tuati, SE,M.Si dan para pembatu direktur (Pudir) sedang tidak berada di tempat, mengatakan, pihak kampus tidak melarang asalkan jangan ada muatan lain atau maksud lain dibalik pelaksanakan upacara penghormatan bendera yang dilakukan sendiri oleh mahasiswa tanpa dihadiri pimpinan kampus.

“Saya kira kita mendukung. Yang saya harapkan, jangan ada muatan lain, jangan ada maksud lain. Artinya, mereka sebagai anak-anak Politeknik Negeri Kupang yang ikut merasakan nilai-nilai  kemerdekaan, mereka mau eksis, mau menunjukan ke dunia publik, bahwa mereka mencintai kemerdekaan, mereka adalah patriot juga,  sekalipun tidak ada pemimpin di tempat, mereka bisa melakukannya sendiri.  Kita tidak melarangnya,” kata Adolf.

Adolf mengatakan, mahasiswa  juga merupakan anak bangsa yang mau turut mendukung kemerdekaan, karena mahasiswa sudah ada dalam alam kemerdekaan.  Upacara penghormatan bendera merupakan suatu wujud kalau mahasiswa itu menghormati kemerdekaan, menghormati jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.

Meski demikian, dengan mahasiswa melaksankanan apel sendiri tanpa pimpinan dan dosen, tentunya hal itu diduga ada masalah.  Tetapi seperti apa masalahnya sehingga terjadi demikian, sebagai humas, Adolf mengaku, tidak mengetahuinya.

“Kan saya  tidak tahu, apakah ada masalah atau tidak. Tetapi, kemarin itu waktu upacara pembukaan diwal (pendidikan awal mahasiswa baru), sempat disampaikan oleh ibu direktur (Direktur PNK) bahwa beliau tidak bisa melaksanakan kegiatan upacara hari ini secara kelembagaan di sini, berhubung ada undangan. Ibu direktur ikut kegiatan upacara di kantor Gubernur NTT,” kata Adolf.

Menyinggung soal tdak ada upacara peringatan HUT kemerdekaan RI selama dua tahun berturut-turut, Adolf mengatakan, alasan karena direktur tidak berada di tempat.  Pada tahun sebelumnya, Direktur Politeknik Negeri Kupang (PNK), Nonce Farida Tuati, SE,M.Si sedang berada di Jakarta, dan pada tahun 2017 ini, Direktur Politeknik Negeri Kupang (PNK), Nonce Farida Tuati, SE,M.Si mengikuti upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di rumah jabatan Gubernur NTT.

Sementara menyangkut pelimpahan wewenang kepada pembantu direktur (pudir) untuk menjadi inspektur upacara, Adolf mengatakan, apakah ada pelimpahan wewenang, dirinya  tidak tahu. Yang dirinya tahu adalah, tahun lalu tidak ada kegiatan upacara HUT Kemerdekaan RI karena direktur sedang berada di Jakarta, dan tahun 2017 ini direktur menghadiri undangan upacara di tingkat Provinsi NTT.

“Saya sangat mengharapkan rekan-rekan media, jangan sampai bilang direktur tidak mau melakukan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI. Tidak begitu sebenarnya,” bantah Adolf.

Adolf menambahkan, sehari sebelumnya saat upacara pembukaan kegiatan pendidikan awam (dikwam), sudah disampaikan oleh Direktur Politeknik Negeri Kupang (PNK), Nonce Farida Tuati, SE,M.Si bahwa direktur menghadiri undangan upacara di tingkat provinsi. Tetapi mahasiswa tidak melakukan protes apa-apa ketika mendengar penyampaian direktur tersebut.

“Kemarin itu mereka (mahasiswa) tidak menyampaikan protes pa-apa. Seharusya mereka protes. Kalau memang mereka tidak setuju bahwa tidak ada kegiatan upacara hari ini, maka mereka harus menyampakan protes atau usul saran kepada ibu direktur. Mereka mendengar tapi mereka diam saja,” kata Adolf.

Adolf juga mengakui, kalau sejak sehari sebelumnya, ia juga mendapat telepon dari mahasiswa yang bertanya, apakah ada upacara peringatan HUT kemerdekaan RI di kampus. Tetapi sebagai humas, dirinya tidak bisa memastikan apa-apa jika tidak ada pemberitahuan atau peritah dari pimpinannya.

“Saya sebagai humas tidak bisa mengambil inisiatif bahwa upacara harus dilaksanakan.  Karena saya juga harus  tunggu perintah atau amanat pmpinan. Kalau tidak ada, kita mau laksanakan bagaimana?,” kata Adolf. (max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top