Nasional

Kasihan.. Sudah Tiga Tahun Nasib Mahasiswa Univeritas PGRI NTT Tidak Pasti

TEROPONGNTT, KUPANG – Sungguh kasihan jika mencermati nasib ribuan mahasiswa Universitas PGRI NTT. Sejak tiga tahun lalu, nasib para mahasiswa ini terkatung-katung dan tidak pasti, akibat adanya kisruh di lembaga perguruan tinggi tersebut. Kini, nasib mereka menjadi makin rumit setelah Universitas PGRI NTT pecah mejadi dua universitas baru.

Untuk memperjuangkan kepastian nasib mereka, para mahasiswa Univeristas PGRI NTT ini menggelar aksi demonstrasi ke kantor DPRD Provinsi NTT pada Jumat (15/7/2017), Sabtu (16/7/2017) dan Senin (18/7/2017). Aksi demonstrasi yang digelar tiga hari berturut-turut, justru mendapat perhatian dari Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Agung Sabar Santoso, S.H.,M.H.

Padahal sesungguhnya, aksi demo digelar mahasiswa Universitas PGRI NTT di kantor DPRD Provinsi NTT, karena para mahasiswa ingin mendapat perhatian dari para wakil rayat di lembaga dewan. Dalam orasi yang disampaikan, tersirat kalau para mahasiswa Universitas PGRI NTT mengharapkan perhatian dari DPRD NTT dan Pemerintah Provinsi NTT agar membantu mencari jalan keluar menyelesaikan masalah perkuliahan mereka.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anton CN, S.H., M.Hum ketika berdialog dengan para mahasiswa Universitas PGRI NTT yang menggelar aksi demo di depan pintu gerbang kantor DPRD NTT, Senin (18/7/2017), mengatakan, Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Agung Sabar Santoso, S.H.,M.H telah memerintahkan dirinya selaku Kapolres Kupang Kota, untuk memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa, DPRD NTT dan pimpinan dua universitas yang menjadi pecahan dari Universitas PGRI NTT.

Menurut Anton, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pimpinan DPRD NTT dan pimpinan kampus dua universitas pecahan universitas PGRI NTT untuk melakukan pertemuan bersama mahasiswa, una mencari jalan keluar pengelesaian masalah yang dihadapi. Sehingga nasib para mahasiswa Universits PGRI NTT tidak terombang-ambing lagi.

Dalam pembicaraan dengan Kapolres Kupang Kota, AKBP Anton CN, S.H., M.Hum, para mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi kemudian menyatakan bersedia bertemu dengan pimpinan DPRD NTT dan pimpinan dua universitas yang menjadi pecahan Universitas PGRI NTT. Sesuai rencana, pertemuan akan digelar di gedung DPRD Provinsi NTT, Selasa (19/7/2017) sekitar pukul 09.00 wita dengan pengawalan aparat kepolisian.

Anton berharap, pertemuan antara pimpinan DPRD NTT, pimpinan universitas pecahan Universitas PGRI NTT dan para mahasiswa bisa mendapatkan jalan keluar penyelesaian atas masalah yang dihadapi. (rik)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top