Ekbis

Kasihan.. Ibu Aisyah Dibuat Pusing Gara-Gara Status Kepemilikan Lahan Kawasan Perumahan di Naimata

TEROPONGNTT, KUPANG – Masyarakat umumnya merasa yakin, kalau membeli rumah di pengembang atau developer lebih jelas status kepemilikan tanahnya. Namun, pengalaman berbeda justru dirasakan ibu Aisyah, warga Kelurahan Oebufu. Ibu Aisyah justru dibuat pusing gara-gara status kepemilikan tanah sebuah kawasan perumahan di wilayah Kelurahan Naimata.

Kepada wartawan di Kupang, Selasa (1/8/2017) siang, ibu Aisyah menjelaskan, dua tahun lalu pihaknya membeli rumah secara kredit pada sebuah developer di kawasan Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Setelah membayar uang muka, pihak developer kemudian mulai membangun rumah.

Namun, kata ibu Aisyah, pembangunan rumah di kawasan perumahan tersebut kini terhenti. Padahal, fondasi rumah sudah dikerjakan, dan pembangunan sudah sampai pada pekerjaan pemasangan batako untuk dinding rumah. Padahal seharusnya, jika terus dikerjakan, pembangunan rumah mereka sudah selesai dan siap ditempati.

“Dua blok sudah ada penghuninya, tapi sampai pada blok ketiga untuk kami, pekerjaannya saat ini berhenti. Selain kami, juga ada sekitar lima rumah lagi yang dibangun berjejer juga terhenti pada tahap yang sama. Menurut informasi yang kami dengar, sepertinya masih ada masalah dengn status kepemilikan lahan,” kata ibu Aisyah.

Ibu Aisyah sudah berusaha mencari keberadaan developer ke lokasi kantornya di kawasan Kelurahan TDM. Namun, ternyata kantor perusahaan pengembang tersebut sudah pindah ke wilayah Kelurahan Penfui. Dicari ke kawasan Penfui pun pihak developer belum berhasil ditemui.

“Kami cuma berharap, bisa segera dilanjutkan pembangunan rumahnya supaya bisa mulai ditempati. Jika ada persoalan agar segera diselesaikan, supaya tidak ada masalah lagi. Kalau dihentikan, kami tentu akan dirugikan karena sudah membayar sejumlah uang muka,” kata ibu Aisyah.

Pihak developer yang  coba dicari wartawan ke wilayah Kelurahan TDM dan Kelurahan Penfu, Kota Kupang, belum berhasil ditemui hingga saat ini. (max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top