Dunia

Jenderal TNI Mulyono : Tangkal Radikalisme Dengan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

TEROPONGNTT, KUPANG — Kepala Staf  TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono mengatakan, menangkal radikalisme dan teroris di negeri ini, hanya bisa dilakukan dengan menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa.

Hal ini ditegaskan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono saat melaksanakan Safari Ramadhan Bulan Puasa 1438 H/2017 M di lapangan Korem 161/Wira Sakti Kupang, Selasa (13/6/2017). Acara Safari Ramadhan Kasad dihadiri pula unsur Fokopimda Provinsi NTT, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta anak-anak yatim dari panti asuhan di wilayah Kota Kupang dan warakawuri.

Menurut Mulyono, untuk menangkal radikalisme dan terorisme jalan keluarnya hanya satu yaitu, harus bersatu. Karenanya radikalisme merupakan gerakan yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita harus bersatu untuk menangkal radikalisme, karena faham itu merupakan gerakan dan upaya untuk memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu, harus dideteksi secara dini serta ditindak secara tegas apabila itu terjadi,” kata Mulyono.

Dikatakan Mulyono, Nusa Tenggara Timur merupakan pintu masuk, maka semua unsur harus antisipasi masuknya kegiatan-kegiatan yang bersifat radikalisme maupun yang bersifat ilegal lainnya. Satuan-satuan di perbatasan harus meningkatkan kewaspadaan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, atau kejadian-kejadian di luar dugaan.

Mulyono berharap, aparat TNI dan kepolisian serta masyarakat bersatu melakukan deteksi dini untuk memerangi faham radikalisme, sehingga NTT bisa hidup rukun, aman dan damai.

Sementara Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam sambutannya, mengatakan, NTT terdiri dari banyak pulau, budaya dan agama, tetapi bisa hidup rukun dan saling menghargai satu dengan lainnya.

“Saya mengatakan kepada masyrakat di daerah ini, bahwa orang mengatakan ada mayoritas dan orang juga mengatakan ada minoritas. Tetapi menurut saya, mayoritas itu akan bermakna manakala mampu melindungi yang minoritas di tengah keanekaragaman,” kata Lebu Raya.

Hal itu, kata Lebu Raya, selalu ditegaskannya di setiap kesempatan. dirinya juga selalu mengajak masyrakat NTT untuk selalu menghargai dan saling menghormati satu dengan yang lainnya.

“Kami akan tetap berupaya untuk menjaga wilayah ini tetap aman dan damai dan tetap konsisten dengan 4 pilar kebangsaan yaitu, Pancasila, UUD’45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Di setiap kesempatan, kami juga selalu menggelorakan ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila,” tegas Lebu Raya.

Acara Safari Ramadhan Kasad diisi dengan agenda buka puasa bersama, Sholat Magrib dan Sholat Tarawih berjama’ah serta Tausiah oleh H Muksin Thalib dan pembagian bingkisan oleh KSAD, Jenderal TNI Mulyono kepada 500 orang anak yatim dan warakawuri di Kota Kupang. (ika)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top