Daerah

Jack Benu : Embung Yang Dibangun Tahun 2015 Semuanya Sesuai Prosedur

TEROPONGNTT, SOE — Pemerintah Kabupaten TTS melalui Dinas PUPR pada tahun anggaran 2015-2016 menetap anggaran miliaran rupiah untuk pembangunan 12 buah embung. Tiga buah embung dianggarkan pada ABPD induk dan sembilan embung dianggarkan pada ABPD Perubahan.

Menurut Mantan Kabid SDA Dinas PUPR TTS kala itu, Jack Benu yang diwawancarai media ini di ruang kerjanya, Selasa (24/9/2019), pada awalnya bidang SDA menganggarkan hanya untuk tiga buah embung pada ABPD Induk dan DPA, namun pada ABPD Perubahan berdasarkan rapat komisi dengan mitra serta rapat TAPD bersama Badan Anggaran terjadi penambahan sembilan buah embung sebagai usulan dari masyarakat yang diperoleh Anggota DPRD TTS ketika melakukan kunjuangan kerja ataupun reses.

“Di APBD Induk dan DPA waktu itu kita hanya anggarkan untuk tiga buah embung, tapi karena ada aspirasi yang melalui reses ataupun kunjungan kerja anggota DPRD maka diusulkan lagi untuk ditambah sembilan buah embung,” tutur Jack Benu.

Lebih lanjut, kata Kadis PRKP ini, pembangunan 12 unit embung tersebut sudah sesuai dengan prosedurnya,  mulai dari kajian teknis, perencanaan dan pelaksanaan sudah sesuai dengan tahapan yang berlaku.

“Jadi semua embung yang dibangun pada tahun 2015 itu sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ucap Jack Benu.

Bahkan tambah Jack, keduabelas embung yang ada semuanya sudah dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar embung baik untuk pertanian, sumber air untk dikonsumsi, pelihara ikan dan beberapa kegunaan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.

“Jadi, semua embung kita bangun sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Tidak benar kalau bilang embung itu mubazir atau tidak ada manfaatnya,” tandas Jack Benu.

Mengenai Embung yang berada di Kelurahan Oekefan Kecamatan Kota, Jack menjelaskan bahwa pembangunanmya sudah sesuai dengan kajian teknis dan perencaan serta pelaksaan pembangunannya sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Untuk Embung di Oekefan, kajian teknis, perencanaan dan pelaksanaan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dan bahkan masyarakat sudah memanfaatkan air yang ada di embung tersebut misalnya untuk tanaman sayur, pancing ikan dan lebih penting munculnya sumber-sumber mata air dibagian bawah berupa sumur-sumur yang sebelumnya debet airnya kurang. Sekarang masyarakat di Oekefan sudah tidak kesulitan air lagi,”pungkas Jack Benu.

David Boymau yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD TTS kepada media ini Selasa (24/9/2019) melalui sambungan telepon mengatakan, dirinya tidak ingat persis mengenai munculnya sembilan buah embung tersebut pada APBD Perubahan tahun 2015 berdasarkan usulan anggota DPRD baik pada rapat komisi maupun pembahasan ditingkat Badan Anggaran.

“Saya belum tahu persis om berapa buah embung yang dibahas di tingkat komisi maupun di Badan Anggaran karena sudah lama, jadi nanti saya lihat dokumen dulu,” kata David.

Menurut David, jika proses pembahasannya dimulai dari komisi kemudian ditingkat Banggar bersama TAPB sudah menetapkan adanya penambahan sembilan unit Embung pada APBD Perubahan maka hal tersebut sudah sesuai dengan prosedur.

“Tinggal saja kita apakah dari sisi perencanaan dan pelaksaannya sudah sesuai atau tidak itu sudah menjadi urusan dinas teknis. DPRD hanya membahas apa yang menjadi usulan baik dari dinas teknis sebagai mitra maupun atas usulan dari masyarakat yang diperoleh DPRD pada saat kunker ataupun reses ditingkat basis,” jelas David.

Diberitakan sebelumnya jika pembangunan salah satu unit embung di Kelurahan Oekefan Kecamatan Kota diakui Lurah Oekefan Musa D.J Missa tidak berdasarkan usulan masyarakat Kelurahan Oekefan. Embung Oekefan kata Lurah Missa bukan berdasarkan permintaan masyarakat. Masyarakat Oekefan lanjut Missa hanya membutuhkan pinjaman modal usaha karena kebanyakan masyarakat Oekefan berusaha di Pasar Inpres dengan berjualan atau pedagang.

(PR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top