Daerah

Ini Dia Prestasi Kerja BNN Provinsi NTT Tahun 2019

TEROPONGNTT, KUPANG — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT telah melakukan banyak hal sesuai tugas dalam tanggung jawabnya di bidang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap psikotropika, precursor, dan bahan adiktif lainnya. Bahkan di tahun 2019 ini, BNN Provinsi NTT cukup berprestasi karena menyelesaikan tugas melampaui target.

Hal ini terungkap dalam acara Press Release Akhir Tahun yang digelar Kepala BNNP NTT, Brigjend Pol Teguh Iman Wahyudi di kantor BNN tersebut, Kamis (19/12/2019). Pada kesempatan ini, Teguh Iman Wahyudi didampingi para pejabat di lingkup BNN Provinsi NTT.

Prestasi BNN Provinsi NTT dapat dilihat dari banyaknya laporan kasus narkotika (LKN) yang diterima dan ditangani BNN Provinsi NTT selama tahun 2019. Dari target 8 (delapan) LKN, selama tahun 2019, BNN Provinsi NTT berhasil menangani 10 LKN dengan jumlah tersangka yang diproses hokum dan dijebloskan ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) atau penjara mencapai 14  orang.

Selain itu, di bidang penjegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2)M, BNN Provinsi NTT berhasil melakukan detesi dini melalui tes urin terhadap 9.601 orang. Dimana, dari hasil tes urin tersebut, 9 orang diantaranya positif narkoba jenis BZO.

BNN Provinsi NTT, kata Kepala BNNP NTT, Brigjend Pol Teguh Iman Wahyudi, juga telah melakukan asisitensi pembangunan wawasan anti narkoba (bangwawan) di 104 instansi pemerintah dan 45 instansi swasta. Membentuk dan merekrut pegiat narkoba sebanyak 755 orang serta relawan sebanyak 1.240 orang.

“Di bidang P2M, BNN Provinsi NTT juga telah melaksanakan program kelurahan/desa bersinar (bersih dari narkoba) di 51 kelurahan dalam wilayah Kota Kupang, tiga desa di Kabupaten Rote Ndao yakni Desa Oenitas, Oenggaut dan Desa Oelolot, juga empat desa di Kabupaten Kupang yakni Desa Mata Air, Tanah Merah, Noelbaki dan Desa Oebelo, serta empat desa di Kabupaten Belu yakni Desa Tula Kadi, Silawan, Naekasa dan Desa Sadi,” kata Teguh.

Sementara di bidang rehabilitasi, jelas Teguh, BNN Provinsi NTT telah melayani rehabilitasi IP terhadap 75 orang yang terpapar narkoba, melayani rehabilitasi KM kepada 10 orang dan layanan pasca rehabilitasi kepada 60 orang yang pernah menjadi korban penyalagunaan narkoba.

“Masih di bidang rehabilitasi, BNN Provinsi NTT telah memiliki 25 IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan no : HK.07/Menkes/701/2018 TAP IPWL, dan yang telah mendapat penguatan dari BNN Provinsi NTT sebanyak 10 IPWL,” kata Teguh.

Teguh berharap, masyarakat NTT bisa terhindar dari bahaya narkoba dan bisa hidup di jala yang benar. Hati-hati terhadap kemungkinan mengkonsumsi bahan makanan dan minuman sehingga terhindar dari terpaparnya bahaya narkoba.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top