Daerah

Inflasi Provinsi NTT Pada Tahun 2019 Terjaga di Bawah Sasaran Nasional

TEROPONGNTT, KUPANG – Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi NTT pada bulan Desember 2019 tercatat terkendali sebesar 0,80% (mtm). Secara tahunan, inflasi IHK Provinsi NTT tahun 2019 tercatat 0,67% (yoy) dan di bawah kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 3,5±1% (yoy).

Demikian dijelaskan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT), I Nyoman Ariawan Atmaja pada acara Sasando Dia (Sante-Sante Duduk Baomong Deng Media) di Café Petir Oebobo Kupang, Kamis (9/1/2020) sore. Ini merupakan Sasando Dia pertama yang digelar BI Perwakilan NTT di tahun 2020.

Pada kesempatan ini, Kepala BI Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja didampingi Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang dan Layanan Administrasi Perwakilan BI Provinsi NTT, Eddy Junaedi dan Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan NTT, Rut Eka Trisilowati. Sasando Dia dihadiri sekitar 30-an wartawan dari berbagai media cetak, elektronik (TV dan radio) serta media online.

Dijelaskan I Nyoman Ariawan Atmaja, meskipun meningkat sesuai pola musiman dibandingkan dengan inflasi bulan November 2019 sebesar 0,32% (mtm), inflasi IHK bulan Desember 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan rerata inflasi IHK Desember lima tahun terakhir sekitar 1,65% (mtm).

“Perkembangan ini ditopang oleh terkendalinya inflasi kelompok bahan makanan, meskipun sesuai pola musiman akhir tahun naik dari bulan lalu sebesar 1,46% (mtm) menjadi tercatat 2,02% (mtm). Inflasi kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga terkendali, sebesar 1,36% (mtm), meskipun berlawanan dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar -0,35% (mtm),” kata I Nyoman Ariawan Atmaja.

Secara tahunan, jelas I Nyoman Ariawan Atmaja, inflasi IHK Provinsi NTT tahun 2019 tercatat 0,67% (yoy) dan di bawah kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 3,5±1% (yoy). Pencapaian ini tidak terlepas dari konsistensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga serta ditopang sinergi kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah terutama dalam lingkup Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Ke depan, kata I Nyoman Ariawan Atmaja, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga sehingga inflasi nasional pada tahun 2020 terjaga dalam kisaran sasaran 3,0±1% dan inflasi Provinsi NTT pada kisaran 2,5% – 2,9% (yoy).

“Inflasi IHK 2019 tercatat menurun dibandingkan dengan inflasi IHK 2018 sebesar 3,07% (yoy). Kondisi ini dipengaruhi inflasi kelompok bahan makanan yang terkendali pada level rendah 0,75% (yoy), didukung oleh sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah sehingga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi kelompok bahan makanan tetap terjaga, khususnya komoditas utama seperti beras, daging dan telur ayam ras, ikan segar, dan sayur-sayuran,” kata I Nyoman Ariawan Atmaja.

Sementara itu, tambah I Nyoman Ariawan Atmaja, inflasi kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat deflasi sebesar -0,40% (yoy), didorong oleh penurunan tarif angkutan udara pasca kebijakan Pemerintah menurunkan tarif batas atas sejak bulan Mei 2019.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top