Daerah

Ikatan Keluarga Leba Tena Ile Boleng Bali Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana Badai Seroja di Adonara

TEROPONGNTT, DENPASAR — Ikatan Keluarga Leba Tena Ile Boleng Bali menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir bandang di Lamanele Desa Nelelamadike dan Desa Nobo. Bantuan ini merupakan sumbangan sukarela dari anggota keluarga Ile Boleng yang berada di perantauan Pulau Dewata.

“Kami keluarga besar Ile Boleng Bali turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya saudara kami korban bencana di Lamanele Adonara. Sejak kejadian 04 April lalu, kami pengurus mengajak anggota untuk sumbang secara sukarela. Meskipun anggota kami juga banyak terdampak pandemi di perantauan, tapi antusias menyumbang secara sukarela,” ungkap Ketua Leba Tena Ile Boleng Bali, Yeremias Soge Pain di Denpasar, Selasa (13/4/2021) malam.

Pria yang akrab disapa Jimy ini menuturkan, penggalangan dana dilakukan sejak tanggal 05 April hingga 09 April dengan dana yang terkumpul Rp 7 juta. Selanjutnya dana ditransfer ke anggota Leba Tena yang saat ini sedang berada di Adonara dan membelanjakan kebutuhan para pengungsi.

“Kami secepat mungkin menyalurkan bantuan hasil donasi sukarela ini. Karena sesuai survey di lapangan terakhir bahwa untuk sembako di posko-posko sudah cukup. Kemudian info dari tim kesehatan posko, bahwa untuk kebutuhan bayi dan balita masih kurang. Sehingga rencana awal berupa sembako dirubah menjadi kebutuhan bayi dan balita berupa susu, sabun mandi. Dan beberapa jenis minyak hangat seperti minyak telon dan kayu putih,” paparnya.

Sementara Ketua Tim Penyaluran, Yosua Lewowoo menjelaskan, penyaluran dilakukan di Posko SDI Nelelamadike yang bertempat di Koliwolo dan Desa Nobo. Menurutnya, bantuan sembako di posko induk Desa Nelelawangi sudah mencukupi karena pasokan mencukupi. Oleh karena itu, sasaran penyaluran kepada korban pengungsi yang lebih membutuhkan.

“Kami salurkan di posko Koliwolo dan Desa Nobo. Sebelum kami salurkan, kami survey lebih dulu sehingga identifikasi kebutuhan pengungsi. Karena sembako sudah di posko sudah terlalu banyak. jadi kami belanja kebutuhan bayi dan balita. Barang kami sudah kemas dalam bentuk paketan plastik jadi 79 paket,” urai Yosua.

(boy)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top