Ekbis

I Ketut Suardinaya : Klinik Ekspor Membantu Pengusaha Untuk Melakukan Ekspor Langsung

TEROPONGNTT, KUPANG – Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kupang, I Ketut Suardinaya mengatakan, Klinik Ekspor merupakan program khusus dari Kantor Bea Cukai untuk membantu para pengusaha yang berkeinginan untuk melakukan ekspor langsung. Klinik Ekspor menjadi media konsultasi dan asistensi antara pengguna jasa dan  Bea Cukai terkait kegiatan ekspor.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kupang, I Ketut Suardinaya kepada wartawan Teropongntt.com melalui pesan whatsapp (WA), Jumat (23/10/2020). I Ketut Suardinaya mengatakan hal ini menanggapi pertanyaan wartawan, mengapa Kantor Bea dan Cukai Kupang harus memiliki Klinik Eksport.

Menurut I Ketut Suardinaya, tujuan adanya Klinik Ekspor adalah mendorong para pengusaha yang berpotensi melakukan ekspor secara langsung dan mandiri (IKM Berani Ekspor Sendiri). Melalui klinik ekspor, para eksportir atau pengguna jasa, akan diberikan pembekalan terkait prosedur dan tata cara kegiatan ekspor melalui kegiatan sosialisasi, asistensi maupun Focus Group Discussion (FGD). Bahkan  klinik ekapor siap membantu mulai dari hulu sampai hilir.

“Diharapkan melalui kegiatan Klinik Ekspor dapat meningkatkan minat dan jumlah eksportir dari daerah, khususnya dari sektor perikanan/kelautan, pertanian, perkebunan, dan lain-lain,” kata I Ketut Suardinaya.

Kantor Bea dan Cukai Kupang, jelas I Ketut Suardinaya, fokus kepada sumber daya alam yang dapat diperbaharui agar tercipta iklim usaha yang berkesinambungan. “Provinsi NTT memiliki sumber daya alam yang melimpah dan dimungkinkan untuk diekspor seperti dari sumber daya perikanan/kelautan,  pertanian, maupun perkebunan,” kata I Ketut Suardinaya.

Bea dan Cukai Kupang, kata I Ketut Suardinaya, melihat hal tersebut sebagai peluang bagi para calon investor untuk melakukan ekspor langsung dari NTT. Terkait dengan perikanan dan produk kelautan, pengusaha memberdayakan nelayan dan petani setempat dalam hal penyediaan bahan baku maupun produk yang akan diekspor. Hal ini juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah pengolahan produk ekspor itu sendiri.

“Output kegiatan Klinik Ekspor kantor Bea dan Cukai Kupang saat ini adalah PT Rote Kraginan Nusantara yang mengekspor produk rumput laut ke Aregentina, Filipina, dan China, serta PT. Matsyaraja Arnawa Stambhapura yang mengekspor ikan ke Singapore dan Australia. Oleh karena itu, tentunya Klinik Ekspor sangat dibutuhkan dalam rangka membantu mengasistensi para pelaku usaha yang mau ekspor produknya ke luar negeri,” jelas I Ketut Suardinaya.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kupang menggelar kegiatan Seminar dan Pameran Klinik Ekspor dengan mengusung tema “Peran BC dalam mendukung IX Go Internasional”. Kegiatan yang diikuti para pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan akademisi di wilayah Kupang ini dilaksanakan di Aston Kupang Hotel, Kamis (22/10/2020).

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Forwarders Association (ALFI/ILFA) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaprsiasi Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kupang, I Ketut Suardinaya atas tersenggaranya kegiatan seminar dan pameran klinik ekspor tersebut. Apalagi kegiatan ini dilaksanakan sehubungan dengan pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan peningkatan kemampuan ekonomi pelaku usaha baik di sektor riil maupun sektor keuangan termasuk kelompok industri kecil menengah (IKM) di Nusa Tenggara Timur (NTT).

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top