Daerah

Humas Politeknik Negeri Kupang Tanggapi Serius Protes Mahasiswa

# Soal Upacara Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI Yang Tidak Digelar di Kampus

TEROPONGNTT, KUPANG –  Kepala Bagian Humas Politeknik Negeri Kupang (PNK), Adolf Malo Rangga, S.E menanggapi serius aksi protes mahasiswa terkait upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang tidak digelar di kampus PNK tersebut. Meski menyatakan apa yang dilakukan mahasiswa tidak dilarang, namun Adolf Malo Rangga berharap ada muatan lain dibalik aksi protes mahasiswa tersebut.

Sekitar pukul 13.25 wita, Kamis (17/8/2017) siang, para mahasiswa dipimpin Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNK, Krispianus Naiwona menggelar upacara penghormatan kepada Bendera Merah Putih di halaman kampus Politeknik Negeri Kupang (PNK) sebagai bagian dari Upacara Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNK, Krispianus Naiwona bertindak sebagai inspektur upacara, sementara salah satu mahasiswa bertindak sebagai pemimpin upacara.

Upacara penghormatan kepada Bendera Merah Putih sebagai bagian dari Upacara Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar mahasiswa PNK ini berlangsung sederhana. Setelah barisan para mamhasiswa sebagai peserta upacara disiapkan, pemimpin upacara lalu melapor kepada inspektur upacara bahwa upacara siap dilaksanakan.

Selanjutnya, para mahasiswa melakukan penghormatan kepada bendera Merah Putih sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selesai lagu Indonesia raya, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dipimpin  inspektur upacara.

Pemimpin upacara lalu melapor kepada inspektur upacara bahwa upacara telah selesai dan peserta upacara dibubarkan. Usai menggelar upacara penghormatan kepada bendera merah putih, para mahasiswa PNK yang berjumlah sekitar 50-an orang tersebut, lalu melakukan foto bersama dibawah tiang bendera dengan latar belakang gedung Direktur PNK. Mereka tampak senang dan bahagia, bisa menggelar upacara memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan RI meski dilakukan secara sederhana tanpa pimpinan kampus.

Kepala Bagian Humas Politeknik Negeri Kupang (PNK), Adolf Malo Rangga, S.E yang dikonfirmasi wartawan karena Direktur Politeknik Negeri Kupang (PNK), Nonce Farida Tuati, SE,M.Si dan para pembatu direktur (Pudir) sedang tidak berada di tempat, mengatakan, pihak kampus tidak melarang asalkan jangan ada muatan lain atau maksud lain dibalik pelaksanakan upacara penghormatan bendera yang dilakukan sendiri oleh mahasiswa tanpa dihadiri pimpinan kampus.

“Saya kira kita mendukung. Yang saya harapkan, jangan ada muatan lain, jangan ada maksud lain. Artinya, mereka sebagai anak-anak Politeknik Negeri Kupang yang ikut merasakan nilai-nilai  kemerdekaan, mereka mau eksis, mau menunjukan ke dunia publik, bahwa mereka mencintai kemerdekaan, mereka adalah patriot juga,  sekalipun tidak ada pemimpin di tempat, mereka bisa melakukannya sendiri.  Kita tidak melarangnya,” kata Adolf.

Adolf mengatakan, mahasiswa  juga merupakan anak bangsa yang mau turut mendukung kemerdekaan, karena mahasiswa sudah ada dalam alam kemerdekaan.  Upacara penghormatan bendera merupakan suatu wujud kalau mahasiswa itu menghormati kemerdekaan, menghormati jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.

Meski demikian, dengan mahasiswa melaksankanan apel sendiri tanpa pimpinan dan dosen, tentunya hal itu diduga ada masalah.  Tetapi seperti apa masalahnya sehingga terjadi demikian, sebagai humas, Adolf mengaku, tidak mengetahuinya.

“Kan saya  tidak tahu, apakah ada masalah atau tidak. Tetapi, kemarin itu waktu upacara pembukaan diwal (pendidikan awal mahasiswa baru), sempat disampaikan oleh ibu direktur (Direktur PNK) bahwa beliau tidak bisa melaksanakan kegiatan upacara hari ini secara kelembagaan di sini, berhubung ada undangan. Ibu direktur ikut kegiatan upacara di kantor Gubernur NTT,” kata Adolf.

Menyinggung soal tdak ada upacara peringatan HUT kemerdekaan RI selama dua tahun berturut-turut, Adolf mengatakan, alasan karena direktur tidak berada di tempat.  Pada tahun sebelumnya, Direktur Politeknik Negeri Kupang (PNK), Nonce Farida Tuati, SE,M.Si sedang berada di Jakarta, dan pada tahun 2017 ini, Direktur Politeknik Negeri Kupang (PNK), Nonce Farida Tuati, SE,M.Si mengikuti upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di rumah jabatan Gubernur NTT.

Sementara menyangkut pelimpahan wewenang kepada pembantu direktur (pudir) untuk menjadi inspektur upacara, Adolf mengatakan, apakah ada pelimpahan wewenang, dirinya  tidak tahu. Yang dirinya tahu adalah, tahun lalu tidak ada kegiatan upacara HUT Kemerdekaan RI karena direktur sedang berada di Jakarta, dan tahun 2017 ini direktur menghadiri undangan upacara di tingkat Provinsi NTT.

“Saya sangat mengharapkan rekan-rekan media, jangan sampai bilang direktur tidak mau melakukan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI. Tidak begitu sebenarnya,” bantah Adolf.

Adolf menambahkan, sehari sebelumnya saat upacara pembukaan kegiatan pendidikan awam (dikwam), sudah disampaikan oleh Direktur Politeknik Negeri Kupang (PNK), Nonce Farida Tuati, SE,M.Si bahwa direktur menghadiri undangan upacara di tingkat provinsi. Tetapi mahasiswa tidak melakukan protes apa-apa ketika mendengar penyampaian direktur tersebut.

“Kemarin itu mereka (mahasiswa) tidak menyampaikan protes pa-apa. Seharusya mereka protes. Kalau memang mereka tidak setuju bahwa tidak ada kegiatan upacara hari ini, maka mereka harus menyampakan protes atau usul saran kepada ibu direktur. Mereka mendengar tapi mereka diam saja,” kata Adolf.

Adolf juga mengakui, kalau sejak sehari sebelumnya, ia juga mendapat telepon dari mahasiswa yang bertanya, apakah ada upacara peringatan HUT kemerdekaan RI di kampus. Tetapi sebagai humas, dirinya tidak bisa memastikan apa-apa jika tidak ada pemberitahuan atau peritah dari pimpinannya.

“Saya sebagai humas tidak bisa mengambil inisiatif bahwa upacara harus dilaksanakan.  Karena saya juga harus  tunggu perintah atau amanat pmpinan. Kalau tidak ada, kita mau laksanakan bagaimana?,” kata Adolf. (max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top