Nasional

Ini Dia… Pemeran Utama Film Laga Berjudul “Tantangan Alam Semesta” Asal NTT

TEROPONGNTT, KUPANG —  Sebagian besar warga Provinsi NTT, termasuk warga Kota Kupang, mungkin belum mengetahui kalau, Herison Manafe pernah menjadi actor film laga. Herison Manafe bahkan  pernah terlibat dalam 20-an film dan pernah menjadi pemeran utama dalam film berjudul, Tantangan Alam Semesta. Hanya saja, ketika bermain film, Herison Manafe dikenal dengan nama Herison Lesitona.

Herison pertama menjajaki dunia acting tahun 1976, ketika bermain sebagai pemeran pembantu dalam film berjudul “Cakar Maut”. Sukses tampil di film pertamanya, Herison kemudian dipercaya produser PT Sinabung Raya Film, Li chin Bok  untuk terlibat dalam film kedua berjudul, Jurus Maut dan film ketiga berjudul, Si Pitung Beraksi Kembali.

Film keempat yang diperani Herison Lesitona berjudul Darah Perjaka. Dalam film ini, Herison beradu acting dengan Berry Prima selaku pemeran utama dan juga Even Bangun. Seperti film laga pada umumnya, antara Herison dan Bery Prima pun saling fight, saling pukul dan tendang.

“Kalau di film kelima berjudul Tantangan Alam Semesta, saya sudah dipercaya menjadi pemeran utama. Bukan sebagai pemeran pembantu lagi. Sebagai buktinya silahkan dilihat sendiri di filmnya, ada di youtube.  Di situ tertulis nama pemainnya, nama saya ditulis Herison Lesitona. Bukan Herison Manafe,” kata Herison kepada wartawan saat ditemui di sekitar kantor DPRD Provinsi NTT, Kamis (2/2/2017) siang.

Selain kelima film tersebut, masih ada sejumlah film lainnya yang diperani Herison Lesitona. Salah satunya berjudul Pengejaran di Bukit Hantu. Semua film yang diperaninya adalah film laga dengan skenario yang menarik. Sementara film terakhir yang dibintanginya berjudul Menerjang Prahara di Komodo.

“Tadinya saya mau dikontrak di Film Tutur Tinular. Tapi, karena saya orang NTT, saya memilih dikontrak film Menerjang Prahara di Komodo. Shutingnya di Pulau Komodo. Rencananya memang selesai film Menerjang Prahara di Komodo baru kembali ke Jakarta,” cerita Herison.

Namun, kata Herison, selesai shuting Film Menerjang Prahara di Komodo, pemerintah membubarkan Kementrian Penerangan RI.  Padahal, film-film tersebut seharusnya diputarkan oleh kantor penerangan untuk ditonton masyarakat.  Produksi film pun terhenti sehingga Herison memilih kembali ke NTT.

“Saya kembali ke NTT tahun 1989 setelah selesai shuting film Menerjang Prahara di Komodo. Sekarang ini saya dan keluarga menekuni usaha nikah dan dekorasi untuk acara duka, kalau orang meninggal. Saya melayani dekorasi nikah di wilayah NTT, kalau dekorasi untuk acara duka hanya di wilayah daratan Timor dari Kupang sampai ke Atambua,” kata Herison.

Herison lahir di kampong Kelang (Helong), Pulau Semau, Kabupaten Kupang, 18 Februari 1957. Tanggal 18 Februari 2017, mantan actor laga ini genap berusia 60 tahun. Ayahnya bernama Yeremias Manafe adalah seorang polisi anggota Brimob, sementara ibunya bernama Elisabeth Lesitona. Nama Lesitona itulah yang dipakainya ketika menjadi pemain film, yang kemudian membuatnya dikenal dengan nama Herison Lesitona.

Tahun 1968, ayahnya pindah tugas ke Jakarta sehingga Herison Manafe juga ikut bersama orangtuanya ke Jakarta. Ketika sampai di Jakarta, ia kemudian mengikuti olah raga bela diri karate. Berbagai pertandingan bela diri diikutinya hingga pertandingan tingkat nasional seperti PON dan ajang pertandingan lainnya.

“Saya juara karate tingkat nasional. Saya tampil mewakili Komda DKI. Dulu namanya komda. Bekal ilmu beladiri karate itulah maka saya diikutkan main di film laga bersama Dicky Sukarnaen, Bery Prima, Event Bangun, Willy Dosan dan lainnya.  Mereka kenal saya. Artis-artis perempuan yang setingkat juga semuanya kenal. Kalau sebut nama Herison Lesitona pasti mereka tahu,” kata Herison.

Istri Herison berasal dari keluarga Nope Banoe. Meski tidak sempat menyebut nama istrinya, menurut Herison, mereka dikaruniai delapan orang anak, dua laki-laki dan enamnya perempuan. Salah satu anak perempuannya mempunyai suami orang Inggris dan sekarang tinggal di London.

Herison mengaku, tidak berpikir lagi untuk kembali menjadi actor film. Yang harus ditekuninya sekarang adalah usaha dekorasinya. Sedangkan olah raga karete tetap ia jalani bahkan saat ini ia telah mencapai Ban Hitam yakni Dan 6 (Enam). Baginya, semua anugerah yang diberikan Tuhan harus ia syukuri. (*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top