Daerah

Hebat….!!! Puluhan Alumni Ners UCB Siap Berangkat ke Jepang

FOTO : Unicersitas Citra bangsa Kupang

TEROPONGNTT, KUPANG — Sedikitnya 30 orang alumni Universitas Citra Bangsa (UCB) siap berangkat ke Jepang. Hal ini setelah kampus UCB didatangi pihak PT. OS Selnajaya Indonesia pada Kamis (29/08/2019).

Kedatangan tim dari Jepang ini disambut langsung Ketua Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (CBIM) Ir. Benny Ndoenboey, M. Si dan Rektor UCB Dr. Jeffrey Jap.drg.,M.Kes. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (CBIM) Ir. Benny Ndoenboey, M. Si menyatakan sangat bahagia karena ada pihak luar yang mau bekerja sama

“Kita menyambut baik hal ini. Selamat datang di rumah kami dan kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini,” kata Benny.

Hal senada diungkapkan Rektor UCB, Dr. Jeffrey Jap.drg.,M.Kes. “Saya sudah komporin semua alumni yang hadir di sini untuk siap berangkat ke Jepang. Sebab sesungguhnya, kami sudah punya 4 orang alumni yang telah bekerja di Jepang saat ini. Sekali lagi terima kasih kepada pihak PT. OS Selnajaya dan pemerintah Jepang yang telah memilih kami sebagai salah satu patner kerja,” kata Jeffrey.

Program Caregiver merupakan program pendidikan dan latihan bagi para perawat yang hendak bekerja di Jepang. Fokus utamanya adalah mempersiapkan para tenaga kesehatan (perawat, bidan, fisioterapi) untuk merawat orang lanjut usia (lansia) di rumah-rumah sakit dan panti-panti wreda di Jepang.

Menurut Perwakilan PT OS Selnajaya, Hitomi Baba, kebutuhan caregiver di Jepang cukup besar. Karena hampir sepertiga penduduk Jepang berusia di atas 65 tahun dan membutuhkan tenaga kesehatan untuk merawatnya.

“Kita membutuhkan banyak perawat untuk merawat lansia, karena populasi kelompok umur lansia sangat tinggi. Hampir sepertiga penduduk Jepang berusia di atas 65 tahun. Per-September 2018, populasi lansia centenarian (usia di atas 100 tahun) saja mencapai 69.785 orang. Karena hal ini maka kita butuh banyak tenaga kesehatan untuk merawat mereka,” kata Hitomi Baba.

Melalui Program Caregiver ini, kata Hitomi Baba, alumni UCB akan mendapatkan pelatihan layanan kesehatan kurang lebih satu tahun. Hal utama yang dilatih adalah hal dasar untuk memenuhi kebutuhan fisik seperti; aktivitas personal hygiene, eliminasi, dan mobilisasi.

“Selanjutnya, ada juga pelatihan kebutuhan medis seperti; minum obat dan terapi fisik serta kebutuhan sosial dan spiritual para lansia,” jelas Hitomi Baba dalam bahasa Jepang yang kemudian diterjemahkan oleh asistennya.

Sementara salah satu staf lainnya, Ani Rahayu, dalam penjelasannya mengajak semua alumni UCB untuk mengikuti program ini dengan sungguh-sungguh.

“Kuncinya ada pada penguasaan bahasa jepang. Soal kompetensi pasti sudah bagus. Jadi apabila sudah lolos tes maka akan dikontrak selama 3-5 tahun dengan status magang. Bagi yang mau kerja bisa gunakan visa kerja. Khusus bagi yang magang gajinya antara 13 sampai 15 juta rupiah perbulannya,” jelas Rahayu yang disambut dengan tepukan tangan meriah.

Setelah sosialisasi sebagaian besar alumni langsung mengikuti tes tulis dan apabila lulus maka semua mereka bersiap ke tahap berikutnya dan pada akhirnya dapat bekerja di Jepang. Wouuw..keren….!!!

(VM)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top