Daerah

Hasil SE-2016, Jumlah Usaha Non Pertanian di NTT Meningkat Diatas 50 Persen

TEROPONGNTT, KUPANG — Berbagai kebijakan terus dilakukan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengatasi berbagai permasalahan di daerah ini, terutama masalah peningkatan ekonomi masyarakat. Hasil pendaftaran usaha Sensus Ekonomi  (SE) tahun 2016 menunjukan, Provinsi NTT mengalami peningkatan usaha non pertanian hingga diatas 50 persen dibandingkan hasil SE tahun 2006, walaupun 99 persen usahanya berskala usaha mikro kecil ( UMK).

Demikian diungkapkan Wakil Gubernur NTT, Drs. Benny A Litelnoni saat membuka dengan resmi acara Launching Hasil Pendaftaran Usaha/Perusahaan Sensus Ekonomi 2016 Provinsi NTT, di Melinium Ballroom Kupang. Rabu(24/5/2017).

Menurut Litelnoni, Badan Pusat Statistik( BPS) sebagai lembaga/ institusi, ditugaskan pemerintah untuk menyediakan data statistik bagi kepentingan Bangsa pada umumnya dan Propinsi NTT pada khususnya. Baik sebagai bahan evaluasi terhadap program pembangunan yang sudah dilaksanakan, maupun sebagai dasar untuk perencanaan program kedepan.

Dalam peran sebagai penyedia data, lanjut Litelnoni,  bagi pemerintah daerah,  tuntutan data berkualitas yang menggambarkan data riil di lapangan menjadi keharusan. Data/ informasi yang cepat dan tepat waktu menjadi hal yang tidak kalah pentingnya bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan kedepan.

Dalam setiap kerja keras untuk pembangunan di NTT, kata Litelnoni, dibutuhkan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. Untuk itu diharapkan, BPS Provinsi NTT bekerja serius dalam proses perencanaan, persiapan, pengumpulan data sampai penyajian data sehingga dapat menghasilkan informasi yang berkualitas guna menunjang pembangunan di NTT.

Dirinya meyakini, kata Litelnoni, seluruh kekuatan BPS NTT bersama-sama eratkan barisan dan saling bergandengan tangan sehingga menghasilkan “data statistik terpercaya untuk semua”. Bukan hanya slogan semata, tetapi mampu untuk dicapai.

Sementara Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia  dalam sambutannya mengatakan, dalam Undang-undang  (UU) nomor : 16 Tahun 1997 tentang Statistik, BPS wajib melaksanakan kegiatan Sensus Ekonomi setiap sepuluh tahun sekali pada tahun berakhiran angka 6 (enam). Sensus Ekonomi 2016 dapat memberikan gambaran secara aktual,mengenai kondisi ekonomi di seluruh lapangan usaha diluar lapangan usaha pertanian Indonesia.

Dikatakan Maritje, SE-2016 dilaksanakan di seluruh Indonesia termasuk NTT. Untuk keperluan tersebut, setiap Kelurahan/Desa sebagai wilayah terkecil diklasifikasikan menurut Kelurahan/Desa konsentrasi dan non konsentrasi berdasarkan banyaknya bangunan sensus yang digunakan untuk kegiatan ekonomi atau usaha.

Untuk wilayah kota, kata Maritje, baik desa konsentrasi maupun non konsentrasi di perkotaan maupun di pedesaan dilakukan pencacahan lengkap. Sedangkan untuk wilayah kabupaten, dilakukan sensus di desa konsentrasi maupun non konsentrasi yang termasuk wilayah perkotaan. Sementara untuk wilayah perdesaan kosentrasi dilakukan sensus sampel sebanyak 50 persen dari blok sensus dan untuk wilayah pedesaan non konsentrasi dilakukan sensus sampel 25 persen dari blok sensus karena keterbatasan anggaran pemerintah.

Hasil pendaftaran usaha SE-2016 Propinsi NTT, kata Maritje, menunjukkan jumlah usaha non pertanian mengalami peningkatan diatas 50 persen, dibandingkan dengan hasil SE-2006 yang sejumlah 0,3 juta usaha. Walaupun 99 persen usaha/perusahaan di NTT berkala UMK.

Menurut Maritje, SE-2016 belum selesai. Masih ada rangkaian SE-2016 lanjutan di tahun 2017 dan 2018. Salah satu kegiatan lanjutan SE-2016 di tahun 2017, bertajuk pendataan usaha menengah besar dan usaha menengah kecil atau pendataan UMB-UMK pada Agustus-September.

Untuk itu, Maritje berharap, kerja keras selama 1 tahun yang didukung semua pihak, telah menghasilkan potret potensi ekonomi NTT yang akan memberikan gambaran tentang struktur ekonomi, skala usaha dan daya saing ekonomi antar wilayah di Nusa Tenggara Timur. (Erawati).

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top