Daerah

Hampir 4 Bulan BLUD SPAM Provinsi NTT Tidak Suplay Air Bersih, PDAM Kota Kupang Lakukan Langkah Ini Untuk Atasi Keluhan 4.000 Pelanggannya

TEROPONGNTT, KUPANG —  Sudah hampir empat bulan, Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD-SPAM) Provinsi NTT  tidak mensuplay air bersih yang bersumber dari Bendungan Tilong kepada PDAM Kota Kupang.  Untuk mengatasi keluhan pelanggannya, PDAM Kota Kupang membangun kerjasama dengan tiga pemilik sumur bor di wilayah Kelurahan Liliba, Oesapa Selatan dan Oepura.

Hal ini disampaikan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum  (PDAM) Tirta Bening Kota Kupang, Jhon Ottemoesoe melalui pesan whatsapp (WA) kepada wartawan Teropongntt.com, Kamis (30/7/2020).  Jhon Ottemoesoe  mengatakan hal ini menjawab pertanyaan wartawan tentang pengeluhan pelanggan air bersih PDAM Kota Kupang di wilayah Kelurahan Naimata, Penfui dan sekitarnya, yang tidak dialiri air bersih tetapi tetap harus membayar rekening air kepada PDAM tersebut.

“Sudah hampir 4 bulan BLUD SPAM Provinsi NTT tidak suplay air bersih lagi lewat WTP Tulun yang produksi airnya berasal dari  Bendungan Tilong.  Dan kami berusaha mencari solusi lain dengan cara bekerja sama dengan pemilik sumur bor masyarakat yang debetnya minimal 5 liter perdetik dan dekat pipa  exeting PDAM Kota Kupang,” kata Jhon Ottemoesoe.

Menurut Jhon Ottemoesoe, PDAM Tirta Bening Kota Kupang sudah berhasil menandatangani perjanjian kerja sama  dengan tiga (3) pemilik sumur bor untuk mengatasi masalah yang ada. Tiga pemilik sumur bor tersebut yakni Pak Doris selaku pemilik Sumur Bor Oepura dengan kapasitas sumur 20 liter perdetik, Pak Boni selaku pemilik Sumur Bor Liliba dengan kapasitas sumber airnya 6 liter perdetik, dan Pak Marten selaku pemilik Sumur Bor Oesapa Selatan dengan kapasitas  air bersihnya 12 liter perdetik.

“Bulan depan (Agustus 2020) sudah mulai beroperasi serta dalam taraf penjajakan Air Hitam Unkris (Universitas Kristen Arta Wacana Kupang) yang berkapasitas sumber air 35 liter perdetik, Sumur Sinode (Sinode GMIT) yang berkapasitas sumber air 10 liter perdetik dan Gereja Merkuria dengan kapasitas sumber airnya 10 liter perdetik,” kata Jhon Ottemoesoe.

Solusi tersebut, kata Jhon Ottemoesoe, akan menjawab kebutuhan air bersih kurang lebih 4.000 pelanggan PDAM Tirta Bening Kota Kupang yang selama ini masih bergantung pada suplay air dari Bendungan Tilong.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top