Daerah

Gerakan Ketuk Pintu Sambut Peringatan Hari Tuberculosis Sedunia di Kota Kupang

TEROPONGNTT, KUPANG –Dalam rangka menyambut peringatan Hari Tuberculosis Sedunia (HTBS), Dinas Kesehatan Kota Kupang meluncurkan gerakan “Ketuk Pintu di Masyarakat” guna mencari dan menemukan gejala Tuberculosis (TB) secara dini. Gerakan “Ketuk Pintu di Masyarakat” ini digelar bekerja sama dengan Persatuan Karya Darma Kesehatan Indonesia (Perdaki) Keuskupan Agung Kupang (KAK).

Kadis Kesehatan Kota Kupang, dr Ari Wijana melalui Kabid P2P, Sri Wahyuningsih, S.KM, M.Kes menjelaskan hal tersebut, Rabu (8/3/2017) siang. Menurut Sri, gerakan Ketuk Pintu di Masyarakat akan berlangsung selama tanggal 9-22 Maret 2017. Gerakan ini merupakan bagian dari aksi Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS) TB.

“Peringatan Hari Tuberculosis Sedunia yang jatuh tanggal 24 Maret 2017 mengambil tema, Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas TB. Peringatan Hari Tuberculosis Sedunia memiliki makna penting bagi kesehatan. Tindak lanjut dari tema peringatan ini dilaksanakan melalui Gerakan Ketuk Pintu di Masyarakat,” kata Sri.

Dalam pelaksanaannya, kata Sri, kader terlatih TB akan berkunjung dari rumah ke rumah untuk memberikan informasi mengenai TB sekaligus melakukan skrining atau pelapisan gejala TB pada semua anggota keluarga di rumah yang dikunjungi. Jika hasil skrining/pelapisan ditemukan gejala TB seperti batuk berdahak disertai gejala lain, maka akan diberikan surat rujukan untuk pemeriksaan dahak di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).

Gejala lain dimaksud, kata Sri, berupa batuk bercampur darah, sesak nafas dan nyeri dada, nafsu makan menurun, berkeringat di malam hari, demam meriang berkepanjangan dan berat badan menurun. Batuk berdahak yang dialami tidak harus berlangsung semala dua minggu berturut-turut.

Pelaksanaan Gerakan Ketuk Pintu di Masyarakat, lanjut Sri, bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam penemuan secara aktif dan masif sedini mungkin gejala-gejala TB. Tujuan lainnya, menyampaikan informasi mengenai TB kepada masyarakat di wilayah Kota Kupang.

“Gerakan Ketuk Pintu di Masyarakat dilaksanakan secara masif di seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Kupang. Karena itu, para camat dan lurah diharapkan mendukung para kader terlatih TB dalam pelaksanaan gerakan ini sehingga semua rumah warga dapat dikunjungi,” kata Sri.

Keberhasilan kegiatan gerakan ketuk pintu di masyarakat, tambah Sri, dapat diukur dari beberapa indicator yakni, jumlah rumah yang dikunjungi kader terlatih TB, jumlah orang yang diedukasi informasi TB dan jumlah terduga TB yang ditemukan dan dirujuk ke puskesmas. Selain itu, jumlah terduga TB yang melakukan tes dahak di fasyankes dan jumlah semua kasus TB yang ditemukan. (nia)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top