Daerah

Evaluasi Pelaksanaan Program, Dinas Pertanian NTT Gelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian

FOTO : Wagub NTT, Josef Nae Soi

TEROPONGNTT, KUPANG – Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT Tahun 2019 digelar di Swiss BelIin Kristal Hotel Kupang, Jumat (1/2/2019). Rapat koordinasi dan sinkronisasi digelar dalam rangka evaluasi pelaksanaan program, persiapan dan percepatan pelaksanaan pembangunan pertanian tahun 2018/2019.

Rapat yang digelar selama tiga hari ini dibuka Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi dan diikuti jajaran dinas pertanian provinsi serta kabupaten/kota ke Provinsi NTT dan instansti terkait lainnya. Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian Provinsi NTT mengusung tema”Pertanian Bangkit, Petani Sejahtera”.

Pada kesempatan ini, Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi mengatakan, pertanian di Provinsi NTT harus bangkit agar petaninya sejahtera. Petani NTT harus menanam dan mengkonsumsi kelor selain jenis tanaman pertanian lainnya. Aalagi saat ini NTT masih menduduki urutan ke-3 dari belakang dalam pembangunan pertanian di Indonesia.

Menurut Josep Nae Soi, petani juga harus menanam jagung dan memelihara ternak supaya ekonomi keluarga bisa meningkat. Karena itu, peran dins pertanian bersama tenaga penyuluh pertanian sangat penting dalam membantu petani untuk meraih kesejahteraan.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT, Yohanes Tay Ruba mengatakan, untuk percepatan membangun pertanian, selain alokasi dana APBD,  Provinsi NTT juga mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian RI. Bantuan dialokasikan melalui satgas tanaman pangan, satgas holtikultura, satgas perkebunan, satgas sarana dan prasarana pertanian serta satgas peningkatan sumber daya manusia.

Yohanes Tay Ruba juga menjelaskan, sejumlah komoditi pertanian mengalami peningkatan produksi dari tahun ke tahun. Seperti produksi Padi yang mencapai 1,2 juta ton atau naik sekitar 480 ribu ton dari produksi tahun 2015 yang Cuma sebesar 729 ribu ton.

Sementara hasil produksi komoditi jagung tahun 2018 mencapai 859 ribu ton lebih atau mengalami peningkatan dari tahun 2013 yang Cuma mencapai 707 ribu ton. Begitu pula dengan komoditi Kedele dan komoditi holtikultura lainnya.

Dinas pertanian, kata Yohanes Tay Ruba, akan bekerja maksimal untuk menjawabi dan melaksanakan program pembangunan yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat dan Josef Nae Soi, terutama untuk tanaman kelor atau marungga. (*/mer)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top