Daerah

Enam Pelaku Diciduk Polisi Gara-gara Ambil Sampel Darah Warga di Kayu Putih Kupang

TEROPONGNTT, KUPANG – Gara-gara mengambil sampel darah di rumah warga Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, enam karyawan CV Karya Mandiri Persada Indonesia diciduk polisi, Kamis (25/5/2017) siang. Warga melaporkan aksi keenam pelaku  karena menduga pengambilan sampel darah memiliki tujuan tertentu yang tidak benar.

Enam pelaku yang diciduk polisi yakni Muh. Ridwan (Pendidikan SMA, alamat KTP di Bulucenrana, Sulawesi Selatan); Simon Tafuli (Pendidikan SMA, tidak ada KTP); Demetriana Binaat (Pendidikan SMA, tidak ada KTP); Indrayani Koehuan (Pendidikan SMA, tidak ada KTP); Asterius Tanggu Solo (Pendidikan SMA, alamat KTP di Wangga-Sumba Timur); Fransiska Usboko (tidak ada KTP, pendidikan D3 Kebidanan, tidak ada STR & SIP).

Salah satu warga Kelurahan Kayu Putih bernama Nikolaus Kewuan, mengatakan hal itu kepada wartawan, Minggu (28/5/2017) siang. Keenam pelaku, kata Nikolaus Kewuan, adalah karyawan CV Karya Mandiri Persada Indonesia yang beralamat di RT 030 RW O13 Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Menurut Nikolaus Kewuan, ke-6 pelaku tidak menunjukkan izin pengambilan darah di rumah warga dari Lurah Kayu Putih atau pejabat berwenang di bidang kesehatan.  Selain itu, para pelaku bukan petugas kesehatan sesuai amanat UU Nomor 36 Tahun 2009.

Yang juga jadi pertanyaan, kata Nikolaus Kewuan, para pelaku membawa peralatan kesehatan antara lain: jarum suntik/lancet yang tampak tidak steril, objek gelas, mikroskop dan stetoskop. Pelaku mendiagnosis bahwa warga yang diambil sampel darahnya menderita penyakit A,B,C dan seterusnya.  Setelah diambil sampel darahnya, warga juga harus menyerahkan uang sebesar Rp 50.000 per orang dan jika membeli produk herbal pelaku, maka korban juga harus mengeluarkan uang kurang lebih Rp 600.000 – 800.000.

Para warga yang diambil sampel darahnya, kata Nikolaus Kewuan, diantaranya,  Edistendis Deran Bali, Alphonsius Ampolo dan Kristina Natalis Bian.

Merasa curiga dengan aksi para pelaku, Nikolaus Kewuan yang juga Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Kupang, bersama warga lainnya langsung bertindak cepat dengan menelepon aparat kepolisian untuk mengamankan pelaku guna mencegah tindakan penganiayaan oleh masyarakat yang sudah tersulut emosi marah karena informasi yang beredar di media sosial yang meresahkan akhir-akhir ini.

Dirinya bersama warga, kata Niko, langsung membuat LP (laporan polisi) di Polres Kupang Kota karena pada dokumen pelaku sudah ada 100 orang warga Kota Kupang yang diambil darahnya sampai April 2017. “Polisi bertindak cepat dengan langsung dibuat BAP (Berita Acara Pemeriksaan) kepada Pelapor, Korban, Pelaku & Manajer CV Karya Mandiri Persada Indonesia. Serta, menyita peralatan yang digunakan saat beraksi di tempat kejadian perkara (TKP),” kata Nikolaus.

Bersama para wargà, kata Nilo, mereka berharap, polisi dapat membongkar aktor & motif pelaku di balik tindakan yang sangat-sangat meresahkan ini serta menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai hukum yang yang berlaku di NKRI. (*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top