Daerah

Duta Besar Uni Eropa, Mr. Vincent Guerend Tanya Tentang Kehidupan Bertoleransi di NTT

TEROPONGNTT, KUPANG — Duta Besar Uni Eropa, Mr.Vincent Guerend bertanya tentang kehidupan bertoleransi di NTT, saat beraudiens dengan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Senin (29/5/2017). Meski demikian, tujuan kunjungan Kepala Delegasi Uni Eropa bagi Indonesia dan Brunei Darussalam itu bukan untuk membahas toleransi tetapi untuk mendiskusikan masalah-masalah pembangunan di NTT dan menjelaskan kegiatan-kegiatan mereka di Indonesia.

“Keberadaan kami memang sangat beragam. Saat ini, kami hidup aman, rukun dan damai. Begitulah kehidupan di NTT, kami tidak ingin diganggu orang-orang luar yang datang membawa pengaruh buruk. Dengan tegas, kami menolak terorisme,” kata kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menjawab pertanyaan Duta Besar Uni Eropa, Mr.Vincent Guerend tersebut.

Saat beraudiens dengan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di ruang rapat gubernur, Duta Besar Uni Eropa, Mr.Vincent Guerend didampingi perwakilan lembaga internasional Oxfam, Plan, UNDP dan Handicap International. Sesuai agenda, pria berkewarganegaraan Prancis itu akan melanjutan perjalanan ke beberapa lokasi di Kota Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), untuk melihat sejumlah project yang dikerjakan. Rombongan Duta Besar Uni Eropa dijadwalkan kembali ke Jakarta, Selasa (30/5/2017).

“Nama saya Frans. Jelas, saya beragama Katolik tapi sebagian keluarga saya muslim. Bapak saya (paman) beragama Islam, namanya Mochtar Lebu Raya. Tidak ada masalah, karena kehidupan bersaudara kami mengatasi yang lain-lain,” kata Lebu Raya menambah penjelasannya, ketika ditanya lebih lanjut tentang Harmoni Award yang telah diterimanya oleh Duta Besar Uni Eropa, Mr.Vincent Guerend.

Lebu Raya menyebut, modal sosial yang sudah terbangun sejak lama adalah sebuah berkat. Penghormatan menyangkut hal-hal prinsip dalam kehidupan bersaudara, hadir dalam keseharian warga NTT. Hubungan itu terus terpelihara hingga sekarang dan pemerintah Provinsi NTT memiliki program dialog rutin bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Pada kesempatan ini, Duta Besar Uni Eropa, Mr.Vincent Guerend juga bertanya tentang kerjasama transborder dengan Timor Leste dan hubungan kerajasama dengan Pemerintah Australia. “Beberapa minggu lalu saya sempat bertemu dengan Bapak Presiden Jokowi dan bapak Luhut Panjaitan. Mendiskusikan tentng grand strategi pembangunan di kawasan Timur Indonesia,” ungkap Mr. Vincent melalui penerjemahnya.

Hal lain yang juga dibicarakan terkait kerjasama dengan Pemerintah Australia dan Timor Leste (RDTL), adalah agenda pembanguan dalam kawasan NTT seperti pelabuhan laut, bandara, air bersih dan listrik.
Sebagai kepala daerah, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menyatakan kepastiannya mendukung semua kerja lapangan lembaga sosial kemasyarakatan di NTT.

Dalam penjelasannya, Lebu Raya menyebut tentang kelanjutan kerjasama segitiga pertumbuhan ekonomi antara NTT, Dili dan Darwin yakni kerjasama di sektor pariwisata, pertanian/peternakan dan perikanan sebagai perhatian utama. Selain itu, upaya membuka kembali rute penerbangan langsung Kupang – Darwin. Sementara itu, untuk merawat hubungan persaudaraan bersama Timor Leste, rutin dilakukan hubungan kerjasama di bidang seni, budaya dan olahraga.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya berharap, agar terus didorong investasi ke NTT, tidak saja bantuan-bantuan pembiayaan yang sifatnya pemberdayaan. Lebu Raya juga berharap,  Duta Besar Uni Eropa, Mr.Vincent Guerend bisa mengagendakan kunjungannya ke Flores, Sumba dan Alor. (*/Siaran Pers Biro Humas NTT).

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top