Daerah

Dualisme PPP Berakhir, Djainudin Lonek Bersyukur

TEROPONGNTT, KUPANG — Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) se-nusantara, termasuk pengurus PPP di NTT melakukan sujud syukur di bulan Ramadhan 1438 H tahun ini. Para kader partai berlambang Ka’bah ini pantas bersyukur karena dualisme PPP berakhir. pasca putusan peninjauan kembali Mahkamah Agung (MA) RI No. 79 PK/ Pdt. Sus-Parpol/ 2016.

Mahkamah Agung melalui putusan Peninjauan Kembali (PK) No. 79 PK/Pdt.Sus-Parpol/2016 mengabulkan gugatan perdata sengketa partai politik yang diajukan Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Pondok Gede 2016, M. Romahurmuziy. Tiga majelis hakim yang mengadili peninjauan kembali gugatan terdata partai politik tersebut yakni, Takdir Rahmadi, Sudrajad Dimyati dan Ahmad Syarifudin sebagai ketua majelisnya.

Dalam rapat permusyawaratan hakim pada 12 Juni 2017, majelis hakim mengabulkan gugatan Romi dengan amar putusan ‘kabul’. Terhadap hal ini, Ketua DPW PPP NTT, Djainudin Lonek, S.H menyatakan kebahagiaan dan mensyukuri berkat ini serta mengajak warga PPP di NTT untuk tancap gas full, melakukan konsolidasi menyeluruh.

Djainudin Lonek menyampaikan hal ini pada acara jumpa pers dan buka puasa bersama pengurus PPP NTT dan para wartawan di Sekretariat DPW PPP NTT di Oepoi Kupang, Sabtu (17/6/2017) sore.

Jainudin yang juga anggota DPRD Kota Kupang ini menjelaskan, pada momen Ramadhan ini ada berkat buat warga PPP karena selama ini terjadi perseteruan dua kubu di PPP baik kubu Djan maupun kubu Romi berlangsung hampir tiga tahun. Tetapi dengan melalui putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung (MA) No.79 PK/ Pdt. Sus-Parpol/ 2016 maka perseteruan ini pun berakhir.

“Dengan adanya putusan PK ini, seluruh dualisme kepemimpinan PPP berakhir sudah. Pak Djan tidak berhak lagi menggunakan atribut Ketua Umum PPP dalam bentuk apapun, tidak berhak lagi menggunakan kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro 60, dan tidak bisa lagi menggugat keabsahan kepemimpinan PPP atas nama DPP yang diklaimnya selama ini,  begitu pula di NTT. Ini berkat buat semua warga PPP,” jelas Lonek.

Dijelaskan Lonek, beberapa hari sebelumnya PT TUN Jakarta melalui amar putusan Nomor: 58/ B/2017/PT.TUN.JKT juga memenangkan Menkumham dan PPP gus ketum Romahurmuziy dalam sengketa kepengurusan partai. Dengan demikian, kubu Gus ketum Romahurmuziy dinyatakan sebagai pemegang kepengurusan PPP yang sah.

Selain menang di PK MA dan PT TUN Jakarta, kata Lonek, PPP gus Romy juga menang dalam Perkara di MK, pada (25/1/2017). Melalui tiga putusan yang masing-masing bernomor 35, 45 dan 93/PUU-XIV/2016, Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menerima seluruh gugatan dari Djan Faridz dan para kadernya.

Sebelumnya mereka menguji materi Pasal 23 UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik dan Pasal 40 A UU Pilkada. Dalam ketiga putusannya, MK menyatakan bahwa kubu Djan Faridz, ini tidak memiliki hak mengajukan gugatan (legal standing) untuk menguji material pasal-pasal di atas, termasuk dengan mengatasnamakan PPP. Dengan kemenangan hattrick tersebut tidak ada lagi yang boleh mengatasnamakan kepemimpinan dan penguasaan aset PPP di semua tingkatan selain kepemimpinan PPP Hasil Muktamar Pondok Gede beserta turunannya.

“Dengan demikian maka Ketua Umum DPP PPP yang syah adalah M.Romahurmuzy dan Arsul Sani sebagai Sekjen. Sementara untuk DPW PPP Nusa Tenggara Timur di Nakhodai oleh Djainudin Lonek SH selaku Ketua dan Kasim Bapang, S.Pd  sebagi Sekretaris,” kata Lonek.

Lonek mengingatkan seluruh kadernya,  untuk mensyukuri kemenangan dari Karunia Allah SWT tersebut dengan terus beribadah dan bekerja melaksanakan tugas-tugas ke PPP-an. Karena itu dia mengajak seluruh warga PPP di NTT untuk tancap gas full untuk melakukan konsolidasi secara menyeluruh. Lonek mengajak seluruh kader PPP Se Nusa Tenggara Timur  baik yang selama ini satu barisan maupun yang firqoh dalam barisan untuk segera bersatu dan bersama sama kembali menyongsong Kemenangan PPP pada Pilkada 2018 dan Pileg 2019. Pihaknya juga akan mengajak pengurus Djan untuk silahturahim bersama untuk menyudahi perseteruan yang selama ini terjadi.(ika)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top