Daerah

Dua Malam Listrik Padam di Belo, Warga Berkumpul di Rumah Ketua RW

# Dampak Angin Kencang Melanda Kota Kupang, Minggu (10/3/2019)

TEROPONGNTT, KUPANG – Selain rumah warga dan bangunan banyak yang rusak, angin kencang disertai hujan lebat yang melanda Kota Kupang, Kupang (10/3/2019) pagi, juga mengakibatkan pemadaman listrik di seluruh wilayah Kota Kupang. Bahkan, di wilayah Kelurahan Belo, pemadaman listrik masih terjadi hingga, Senin (11/3/2019) malam.

Di wilayah RW 04 Kelurahan Belo, para warga justru mendatangi kediaman Ketua RW 04, Gregorius Takene ketika pemadaman listrik masih terjadi, Senin (11/3/2019) malam. Warga berkumpul di rumah ketua RW karena di rumah tersebut listrik menyala menggunakan mesin genset.

Umumnya warga datang untuk menikmati terang listrik sambil mengisi daya batrai handphone (cas HP). Rumah ketua RW bahkan berfungsi seperti rumah singgah bagi warganya.

Ketua RW 04 Kelurahan Belo, Gregorius Takene yang dihubungi pada ponselnya, menjelaskan, wilayah Kelurahan Belo terutama di wilayah RW yang dipimpinnya, masih mengalami pemadaman listrik karena banyak dahan pohon yang tumbang dan tersangkut pada kabel listrik PT PLN. Upaya pembersihan dahan pohon pada kabel listrik belum selesai sehingga listrik masih belum menyala.

“Menurut petugas PLN, wilayah Belo termasuk yang terparah terdampak angin badai karena banyak batang pohon yang tersangkut kabel listrik PLN,” kata Gregorius Takene.

Tentang warga yang berkumpul di kediamannya, Gregorius mengatakan, itu terjadi karena dirinya memang mengikuti pepatah, ‘sedia paying sebelum hujan”. Artinya, sebelum ada pemadaman listrik ia sudah mengantisipasi dengan menyediakan genset di rumahnya.

“Yang bisa saya lakukan adalah membiarkan warga datang berkumpul dan memanfaatkan nyala listrik dari mesin genset. Untuk cas HP, atau sekedar menikmati terang di malam hari,” kata Gregorius Takene.

Sikap Gregorius Takene sebagai Ketua RW yang mengayomi dan melayani warganya ini memang patut diancungi jempol.  Namun ketika disinggung kalau kediamannya sudah menjadi rumah singgah oleh warganya, Gregorius Takene hanya tertawa saja.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top