Daerah

DPRD Ende Habiskan Setengah Miliar Untuk Bimtek 2017

TROPONGNTT, ENDE — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende menghabiskan dana senilai Rp 500 juta atau setengah miliar rupiah, untuk kegiatan bimbingan teknis (bimtek) tahun anggaran 2017. Jumlah ini sangat fantastik jika dibanding alokasi dana bimtek tahun-tahun sebelumnya.

Saat ini, sebanyak 30 orang anggota DPRD Ende sedang berada di Jakarta untuk mengikuti bimtek yang dilaksanakan selama tanggal 9-14 Mei 2017. Bimtek bertujuan meningkatkan kompetensi dan wawasan pengetahuan para anggota DPRD Ende tentang pengelolaan anggaran sehingga lebih baik lagi dalam menjalankan fungsi kontrolnya sebagai wakil rakyat.

Sekertaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, Abraham Badu yang di konfirmasi di kantor DPRD Ende, Rabu (10/5/2017), membenarkan adanya alokasi anggaran senilai Rp 500 juta untuk kegiatan bimtek anggaran para anggota DPRD Ende tahun 2017. Abraham juga membenarkan kalau 30 anggota DPRD Ende sedang berada di Jakarta mengikuti bimtek dimaksud.

“Saat ini 30 orang anggota DPRD Ende sedang berada di Jakarta untuk mengikuti bimtek. Para anggota dewan ini didampingi enam orang staf kesekretariatan DPRD Ende. Jadi bukan anggota DPRD Ende sendiri yang ke Jakarta tapi juga bersama enam staf kesekretariatan. Sehingga total rombongan DPRD Ende yang ke Jakarta untuk kegiatan bimtek sebanyak 36 orang,” kata Abraham.

Abraham menambahkan, anggaran Rp 500 juta tersebut dipergunakan untuk membayar pemateri, uang saku anggota DPRD dan uang biaya perjalanan. Dengan jumlah alokasi anggaran yang ada, maka dipandang sangat cukup untuk suksesnya kegiatan bimtek tersebut.

Menanggapi hal ini, Sekertaris Forum Peduli Kesejahteraan Masyarakat Kecil (FPKMK) Kabupaten Ende, Ardianus So yang ditemui di kediamannya, mengatakan, alokasi anggaran bimtek anggota DPRD Kabupaten Ende yang mencapai Rp 500 juta merupakan bentuk pemborosan anggaran. Anehnya, bimtek dilakukan setiap tahun, namun kemampuan anggota dewan Kabupaten Ende tidak berkembang.

Mantan aktivis PMKRI ini mengatakan, dirinya sangat menyayangkan adanya alokasi anggaran untuk kegiatan bimtek anggota DPRD Kabupaten Ende yang dirasakan sangat fantastik tersebut. “Kalau saja dana Rp 500 juta dipakai untuk kepentingan rakyat tentu akan lebih bermanfaat. Kenyataan ini menunjukan kalau para anggota dewan kurang serius memikirkan kepentingan masyarakat,” kata Ardianus.

Ardianus menghimbau masyarakt agar mengevaluasi kinerja ke-30 anggota DPRD Kabupaten Ende saat pemilu legislatif di tahun 2019 nanti. Jangan salah pilih karena rakyat butuh wakilnya di DPRD yang sudah ada kompetensi dan bukan menasah otak setelah menjadi anggota dewan. (JR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top