Daerah

Direktur Pengawasan LJK OJK Regional 8 Bali Nusra Soroti Penyaluran Kredit di Bank NTT

TEROPONGNTT, MATARAM — Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra, Rochman Pamungkas menyoroti pertumbuhan kredit di Bank NTT yang dinilainya memiliki target terlalu tinggi. Menurut Rochman Pamungkas, pihak perbankan harus berhati-hati dalam penyaluran kredit agar tidak menjadi beresiko kredit bermasalah.

Hal ini disampaikan Direktur Pengawasan LJK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra, Rochman Pamungkas saat membawakan materi pada Pelatihan dan Gathering Media Massa Regional 8 Bali Nusra di Novotel Hotels & Resort Mataram, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (30/6/2019). Saat itu, Rochman Pamungkas membawakan materi tentang Perkembangan Kinerja Industri Jasa Keuangan di Bali-Nusra.

Dikatakan Rochman Pamungkas, target laba Bank NTT adalah sebesar Rp 500 miliar sehingga untuk mencapai target tersebut pihak Bank NTT bisa saja menjadi agresif dalam penyaluran kredit. Karena itu, OJK Provinsi NTT perlu memantau dan mengawasi penyaluran kredit di Bank NTT.

Sementara itu, seperti diberitakan NTTTerkini.com, Kepala OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar mengatakan, arah ekspansi kredit Bank NTT, jika menambah kredit bagi nasabah Aparatur Sipil Negara (ASN) maka risikonya relatif rendah.

OJK NTT tetap memantau arah pertumbuhan kredit dan meminta Bank NTT agar dalam melakukan ekspansi kredit tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan memanage risiko.

(max/nttterkini)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top