Ekbis

Dari Rumah ke Rumah Didampingi Ketua RT Untuk Pendataan SP2020

TEROPONGNTT, KUPANG – Pada Senin (7/9/2020), sekitar pukul 16.00 wita, Jibrael Henukh selaku Ketua RT 12 di RW 04, Kelurahan Naimata, Kota Kupang, mendatangi beberapa rumah warganya. Jibrael didampingi  seorang pria muda berpakaian seragam petugas sensus penduduk dari Badan Pusat Statistik (BPS). Keduanya berjalan kaki dari rumah ke rumah untuk pendataan sensus penduduk tahun 2020 atau yang dikenal dengan singkatan SP2020.

Saat melewati depan rumah salah seorang warganya, Jibrael Henukh berkata kepada seorang warganya itu, “Tolong beritahukan kepada tetangga di sebelah rumahmu nanti, supaya datang ke rumah ketua RT untuk pendataan Sensus Penduduk. Karena saat kami datangi tadi, pemilik rumahnya belum pulang kerja.”  Permintaan itu disanggupi warga itu dengan mengatakan, “Siap pak..”.

Setelah mengatakan demikian, Jibrael Henukh bersama seorang petugas sensus penduduk itu, melanjutkan perjalanan mendatangi rumah warga yang lain. Petugas sensus itu terlihat membawa map, mungkin berkas surat untuk kepentingan pencacahan sensus penduduk tahun 2020 (SP2020).

Beberapa warga RT 12 RW 04 Kelurahan Naimata yang ditanya wartawan Teropongntt.com pada Senin (14/9/2020), membenarkan adanya petugas sensus penduduk dari BPS yang mendatangi rumah warga bersama Ketua RT 12 untuk melakukan pendataan SP2020. Bahkan mungkin, hingga saat ini petugas sensus penduduk masih terus melakukan pendataan kepada warga yang belum sempat ditemui sebelumnya.

“Iya benar. Minggu lalu ada seorang petugas sensus penduduk datang ke rumah-rumah bersama ketua RT. Kami juga sudah didatangi petugas sensus. Sensus penduduk itu dilakukan secara online,” kata Yusuf Lilo, salah seorang warga RT 12 RW 04 Kelurahan Naimata, dibenarkan beberapa warga lain yang sedang bersamanya.

Menurut Yusuf Lilo, sesuai penjelasan petugas SP2020, warga harus memberikan data penduduk secara benar dan jujur supaya data yang masuk ke pemerintah menjadi data yang benar. Sehingga nantinya data penduduk yang dimiliki pemerintah menjadi data yang benar dan tidak ada kekeliruan. Sayangnya Yusuf Lilo dan warga lainnya tidak ingat nama petugas sensus penduduk tersebut.

Hal yang sama terjadi di wilayah RW 03 Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Di wilayah WR 03 yang meliputi RT 06 dan RT 07, petugas sensus penduduk didampingi ketua RT setempat, juga mendatangi satu-persatu rumah warga untuk melakukan pendataan sensus penduduk tahun 2020.

Menurut Ketua RW 03 Kelurahan Belo, Goris Takene, pendataan sensus penduduk tahun 2020 atau SP2020 di wilayahnya sudah dilakukan petugas sensus sejak dua pekan lalu, yakni pada awal bulan September 2020. Meski demikian, ada kejadian menarik dalam proses pengambilan data SP200 di wilayah RW 03 Kelurahan Belo ini.

Diceritakan Goris Takene, sebelum petugas SP2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS) turun ke wilayahnya, sempat beredar isu melalui grup whatsapp (WA) warga, agar tidak memberikan fotocopy KTP jika ada yang memintanya. Karena, akan disalahgunakan untuk pinjaman uang secara online atau kepentingan lain. Isu ini sempat membuat warga resah dan takut.

“Karena ada isu yang beredar di grup WA tersebut, maka ketika petugas sensus penduduk datang ke rumah warga, warga menolak memperlihatkan dan memberikan fotocopy KTP mereka. Bahkan, warga sempat rebut dengan petugas sensus penduduk,” jelas Goris Takene yang dihubungi, Selasa (15/9/2020).

Karena ada keributan dan penolakan warga tersebut, cerita Goris Takene, sebagai Ketua RW 03, ia kemudian mendatangi warganya dan membantu menjelaskan duduk persoalan secara benar. Ia kemudian meyakinkan warganya bahwa petugas SP2020 tersebut adalah benar-benar petugas sensus penduduk dari kantor BPS. Apalagi, petugas datang dengan mengenakan baju seragam bertuliskan Sensus Penduduk 2020.

“Saya membantu menjelaskan kepada warga bahwa KTP dibutuhkan petugas agar pendataan benar-benar sesuai. Setelah warga kembali percaya barulah petugas melanjutkan kegiatan sensus penduduk tersebut,” kata Goris Takene.

Meski demikian, Goris Takene menilai, kekwatiran warga memang beralsan juga. Dimasa seperti sekarang ini, bisa saja orang menggunakan KTP orang lain untuk kepentingan tertentu yang bisa membahayakan pemilik KTP. Misalnya meminjam uang atas nama orang lain dengan menggunakan KTP yang ada atau bentuk penyalahgunaan lainnya.

“Saat ini, semua warga di wilayah RW 03 Kelurahan Belo sudah memberikan data secara benar kepada petugas SP2020. Silahkan dicek lagi kebenarannya kepada  warga,” kata Goris Takene.

Di wilayah RW 03 Kelurahan Belo, tambah Goris Takene, petugas mengambil data kependudukan dan ditulis dalam berkas data yang disiapkan petugas sensus penduduk. Tidak langsung didaftarkan secara online.

Seperti yang termuat di website www.bps.go.id/sp2020, bulan September 2020 merupakan bulan sensus penduduk sesuai Tahapan Pelaksanaan SP2020. Pada bulan September 2020, petugas sensus berkoordinasi dengan ketua atau pengurus SLS (Satuan Lingkungan Setempat) seperti Ketua RT, dusun, banjar, jorong dan lainnya, untuk melakukan pemeriksaan daftar penduduk. Selain itu, petugas sensus juga melakukan verifikasi lapangan (ground check) serta pencacahan mandiri oleh penduduk yang belum sempat melakukan sensus penduduk secara online pada tenggang waktu 15 Februari – 9 Mei 2020 yang lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, pada setiap kesempatan menggelar jumpa pers di kantor BPS tersebut, selalu mengingatkan warga tentang jadwal pelaksanaan SP2020. Termasuk saat menggelar jumpa pers pada, Selasa 1  September 2020, Darwis Sitorus mengingatkan bahwa bulan September 2020 merupakan bulan sensus penduduk sesuai Tahapan Pelaksanaan SP2020.

Darwis Sitorus mengajak semua warga untuk memberikan data penduduk yang benar mulai dari nama, alamat dan seterusnya, baik secara de facto maupun secara de joure. De facto contohnya, menyangkut alamat tempat tinggal saat ini. Tetapi de joure, contohnya, tercatat sesuai kartu identitas (KTP) sebagai penduduk NTT tetapi saat ini tinggal di luar NTT karena menjadi mahasiswa atau tugas lainnya.

Darwis Sitorus mengajak semua masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), “Mari Kita Sukseskan SP2020 Menuju Satu Data Indonesia”.  Satu Data Indonesia  penting dalam memberikan keakuratan, kelengkapan dan kesesuaian data di berbagai pihak.

Apakah seluruh masyarakat Indonesia, terutama warga Nusa Tenggara Timur sudah menyampaikan data penduduknya secara benar pada Sensus Penduduk Tahun 2020 atau SP2020?. Ayo…Sukseskan SP2020…!!!

(*/Maxi Marho)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top