Daerah

CV Gasrem Surya Perdana,Pelopor Pertanian Modern dengan Metode Teknologi Irigasi Tetes dari Israel

TEROPONGNTT, KUPANG — Provinsi NTT hampir sebagian besar daerahnya masih tertinggal, yang sesungguhnya memiliki sumber daya alam yang cukup, namun belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal, sehingga belum menjadi tumpuan ekonomi yang mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya.

Rendahnya tingkat partisipasi kaum muda dan perempuan, serta pandangan dan pola pikir yang cenderung pesimis terhadap dunia pertanian, menyebabkan masyarakat terlebih kaum muda dan wanita enggan untuk terjun dibidang tersebut.

Beberapa factor yang menyebabnya antara lain; Rendahnya tingkat pemahaman, pendidikan dan pengalaman dibidang pertanian; Minimnya tekhnologi pertanian yang ramah terhadap lingkungan, serta kaum perempuan, dan pemuda; Belum tersedianya jaringan distribusi dan kemitraan dengan pasar; Akses modal masih terbatas.

Beberapa hal di atas adalah penyebab utama kaum muda dan perempuan, enggan untuk berwira usaha di sektor pertanian dan cenderung memilih pekerjaan di bidang lain. Walaupun minim upah kerjanya dan sering meninggalkan kampung halamannya dan bekerja diluar daerah dan bahkan sampai luar negeri.

Kondisi ini tidak akan pernah merubah keadaan tapi sebaliknya semakin memperburuk keadaan, oleh karena tidak pernah terjadi perubahan, Karena kaum muda yang diharapkan semakin merasa nyaman pada kondisi tersebut.

Untuk mengubah keadaan seperti ini, dibutuhkan sebuah program yang dapat memberi solusi untuk mengatasi masalah–masalah tersebut, sehingga terjadi perubahan-perubahan pola pikir, gaya hidup, serta kewirausahaan yang mandiri dan bewawasan lingkungan.

CV Gasrem Surya Perdana yang didirikan atas dasar pemikiran tersebut dan dilatarbelakangi oleh staff yang telah bergelut di bidang pertanian, dimulai dari pertanian konvensional yang telah mengembangkan pertanian organik, berperan mendirikan beberapa kelompok tani dan memotifasi kaum pemuda tani berwira usaha disektor pertanian dan telah terbukti telah berhasil merubah pola pikir serta meningkatkan kemampuan kewirausahaan kelompok binaannya.

Pengalaman staf di bidang pertanian dalam program terkait telah mendorong untuk terus maju dan mengembangkan usaha serta pendampingan dimana saja bila terdapat potensi walaupun masih memiliki keterbatasan. Hampir semua staff adalah kaum muda yang telah terjun serta penah terlibat dalam program pertanian dan wawasan lingkungan dan berkesetaraan gender.

Pendiri CV Gasrem Surya Perdana adalah seorang pegiat LSM dibidang pertanian yang bersama stafnya bergelut di dibidang pertanian dan telah berhasil menata lahan tandus dan miring dengan pola teras sering, membantu masyarakat disekitarnya menggali sumber mata air yang menjadi sumber irigasi untuk pengembangan pengembangan pertanian di wilayah sekitarnya.

“CV Gasrem Surya Perdana hadir sebagai pelopor pertanian modern, sebagai petani yang memiliki peralatan pertanian seperti : pompa air, cultivator, paket irigasi tetes serta sarana penunjang lainnya yang diperolehnya dengan membeli sendiri maupun bersumber dari Dana Desa untuk usaha disektor pertanian holtikultura,” kata pria bernama lengkap Nikodemis Robertus Take Lemaking S.Pd.,M.Pd.

Khusus untuk mesin cultivator dan tekhnologi irigasi tetes, kata Robert Lemaking, adalah perintis di kabupaten-kabupaten di Pulau Timor khusus Kabupaten Kupang. Sebelum pemerintah berpikir untuk mengembangkan tekhnologi ini pendiri CV Gasrem Surya Perdana saat ini telah menerapkannya secara mandiri.

“Untuk membuktikan efiseiansi tekhnologi tersebut pada tahun 2019 ini berhasil membantu beberapa Desa dan kelompok-kelompok tani dari Kabupaten Kupang serta pertanian yang ramah lingkungan,” Robert Lemaking

Bagi yang berminat, kata Robert Lemaking, silakan menghububungi nomor telepon 082144413282 atau 081353862278 dan atau alamat email robertuslemaking27@gmail.com. Dapatkan informasi dan pahami pola pertanian dengan tknologi modern ini.

Robert Lemaking adalah pria dengan mimpi besarnya mengubah NTT yang kering menjadi “Taman Eden” yaitu sebuah daerah yang subur dengan berbagai tanaman, teduh dan damai. Kecintaanya terhadap sektor pertanian pun telah membuat ia banting stir dari kepala sekolah menjadi seorang pegiat LSM.

“Kita harus berani bermimpi agar ada semangat untuk menggapai mimpi tersebut,” kata pria bernama lengkap Nikodemis Robertus Take Lemaking S.Pd.,M.Pd ini.

Ia adalah Direktur Kosultan Penyedia Jasa Layanan Teknis Desa ” CV Gasrem Surya Perdana” sekaligus Pegiat LSM Lentera Cidec, Bidang Pertanian dan Pemberdayaan Ekonomi.

Ia ingin mengajak kita semua, mari bercocok tanam di musim kemarau khusus wilayah NTT yang memiliki iklim semi arid ini, dengan hasil yang lebih maksimal menggunakan komoditi unggulan.

(*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top