Daerah

Cristine T. Weking : Masih Banyak Pejabat di NTT Belum Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

TEROPONGNTT, KUPANG – Salah satu pejabat dari Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur (NTT), Cristine T. Weking mengatakan, masih banyak pejabat dan tokoh public di Provinsi NTT belum menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam berkomunikasi. Hal ini menjadi tantangan bagi Kantor Bahasa NTT dalam mensosialisasikan pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Pernyataan ini disampaikan Cristine D. Weking saat membawakan materi tentang ‘Kesalahan Penggunaan Ejaan dan Diksi pada Media Massa’ pada kegiatan ‘Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia bagi Lembaga Swasta di Kota Kupang’ yang digelar Kantor Bahasa NTT di Hotel Amaris Kupang, Rabu (18/3/2020). Kegiatan ini diikuti 30 wartawan dari berbagai media di Kota Kupang.

Menurut Weking, seluruh masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Nusa Tenggara Timur harus terbiasa mengguanakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi sebagai bukti kecintaannya kepada bangsa dan Negara. Sementara para tokoh public dan pejabat Negara harusnya menjadi contoh bagi masyarakat.

Dikatakan Weking, Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur (NTT) pernah berupaya untuk menggelar sosialisasi penggunaan Bahasa Indoesia yang baik dan benar bagi para pejabat dan tokoh public di Provinsi NTT. Namun, kesibukan pejabat dan tokoh public dalan tugas dan pekerjaan membuat penyelenggaraan penyuluhan penggunaaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi sulit dilakukan.

Selain para pejabat dan tokoh public, Weking juga menyebut, masih banyak media massa termasuk media daring (dalam jaringan) atau media online belum menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penulisan berita yang dipublikasi. Terutama dalam penulisan huruf capital dan penggunaan tanda baca.

Hal inilah yang menurut Weking, mendorong Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan ‘Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia bagi Lembaga Swasta di Kota Kupang” yang juga diikuti para wartawan dan pimpinan media.  Para wartawan juga diharapkan mampu menterjemahkan pernyataan para pejabat dan tokoh public sebagai narasumber melalui tulisan pemberitaan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

(max)

 

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top