Ekbis

Cerita GM Swiss-Belinn Kristal Kupang saat Badai Seroja Menerpa

TEROPONGNTT, KUPANG – Badai Siklon Tropis Seroja yang menerjang wilayah Provinsi NTT, awal April 2021, menjadi kenangan tersendiri bagi setiap orang yang mengalami. Betapa tidak, hujan lebat disertai angin kencang terasa begitu mencekam dan membuat hampir semua orang yang mengalami harus terjaga sepanjang malam.

Salah satunya yang juga mengalami peristiwa Badai Seroja adalah General Manager (GM) Swiss-Belinn Kristal Kupang, Aldi Risanto. Pria berdarah Jawa ini mengaku tak tidur semalaman saat Seroja menerjang. Badai Seroja baru pertama terjadi di NTT dan baru pertama dialami pula oleh Aldi Risanto, Aldi Risanto dan keluarga ada di selama hidupnya.

Saat Seroja menerjang, Aldi Risanto dan keluarga nginap di Swiss-Belinn Kristal Kupang.  Kaca-kaca kamar hotel retak dan pecah, hingga plafon kamar juga rusak diterjang angin kencang. Banyak tanaman di sekitar kawasan hotel patah dan atap gedung hotel pun bocor.

Posisinya yang tepat di dekat pantai membuat kawasan hotel pun diterjang gelombang pasang air laut. Bahkan, air laut masuk hingga ke kolam renang yang berjarak sekitar 20-an meter dari bibir pantai. Apalagi listrik padam dan jaringan internet pun putus. Alam Kota Kupang begitu gelap dan hanya doa yang bisa dipanjatkan.

Semua tamu hotel yang sedang menginap juga tak bisa tidur malam. Semua tamu berkumpul di loby hotel dan berusaha menyalakan lilin agar menikmati sedikit terang. Namun, tiupan angin membuat lilin-lilin pun padam berulang-ulang. Aging kencang disertai hujan lebat baru mulai mereda sekitar pukul 05.00 wita.

“Ketika badainya sudah tenang, dan pagi harinya saya keluar ke bagian belakang hotel, bingung saya lihatnya.. Mau atasi yang mana dulu nih.. Semua pada rusak..,” cerita Aldi Risanto saat ditemui di restaurant hotel tersebut saat buka puasa bersama wartawan, Jumat, (16/4/2021).

Tapi beruntunglah, kata Aldi Risanto, karena hotel masih bisa operasional meski semua kamar di lantai 3 dan lantai 4 terpaksa harus tutup sementara. Setelah dua hari recovery atau melakukan upaya pemulihan (perbaikan), akhirnya kamar hotel di lantai 1 dan lantai 2 bisa dioperasionalkan.

“Cukup besar kerusakan yang kami alami, atap pada bocor semua. Sampai sekarang lantai 3 dan 4  belum bisa digunakan. Kita masih klaim ke asuransi untuk pergantian kerusakan, karena hotel ini diasuransi,” jelas Aldi Risanto.

Aldi Risanto menambahkan, bukan cuma Swiss-Belinn Kristal Kupang yang mengalami, sejumlah hotel di Kota Kupang dan sekitarnya juga mengalami hal yang sama. Karena itu, yang bisa dilakukan adalah berdoa dan berusaha untuk membuat bisnis hotel ini bisa berjalan normal kembali.

Sementara tentang banyaknya dampak Seroja yang dialami masyarakat NTT, menurut Aldi Risanto, terjadi karena mitigasi bencana yang masih kurang. Karena selama ini kita tidak pernah mengalami badai yang sedasat Badai Seroja. Tapi kedepan, mitigasi bencana harus dilakukan agar masyarakat siap menghadapi bencana.

(max)

 

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top