Politik

Cerita Cinta Inche Sayuna Bersama Partai Golkar NTT

TEROPONGNTT, KUPANG —  Pada Selasa, 13 Oktober 2020, suasana di kantor DPRD Provinsi NTT tidak seperti sehari sebelumnya, ketika banyak aparat kepolisian berjaga-jaga di gedung wakil rakyat itu untuk mengawal aksi demonstrasi para mahasiswa dan buruh, yang menyatakan protes terhadap penetapan RUU Cipta Kerja. Suasana di kantor DPRD Provinsi NTT hari itu tampak lebih lengang,  karena para anggota dewan banyak yang belum masuk kantor dan hanya para ASN (aparatur sipil negara) Sekretariat DPRD Provinsi NTT yang bekerja seperti biasa.

Menurut informasi yang dihimpun  dari beberapa ASN di kantor DPRD Provinsi NTT, para anggota dewan baru selesai masa reses dan mungkin belum masuk kantor.  Tetapi, di hari pertama setelah selesai masa reses tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Inche Sayuna  sudah kembali masuk kantor. Sebagai  salah satu pimpinan di lembaga dewan, Ince Sayuna mungkin memiliki tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang harus segera diselesaikan pada hari tersebut.

Mengetahui Inche Sayuna sudah kembali masuk kantor, sekitar pukul 10.30 wita, wartawan Teropongntt.com bersama dua rekan wartawan lainnya, mendatangi ruang kerjanya, untuk wawancara. Saat itu, Inche Sayuna sedang sibuk memeriksa berkas surat di atas meja kerjanya.

Melihat ada tiga orang wartawan datang, Inche Sayuna langsung menyapa, “Mari, mari…Silahkan duduk”.  Ia bangun dari tempat duduk di belakang meja kerjanya dan mengarahkan wartawan untuk bersama-sama duduk di kursi sofa yang tersedia di tengah ruang kerjanya. Kursi sofa dengan meja di tengahnya, sebagai tempat menerima setiap tamu yang datang ke ruang kerjanya. Di atas meja juga ada beberapa minuman dan kue atau cemilan.

Cara menyapa ini memberi kesan bagi wartawan, kalau Inche Sayuna merupakan seorang yang ramah.  Inche Sayuna tampak mengenakan gaun yang dibalut jas warna hitam, dengan rok panjang garis-garis warna abu-abu cerah. Ia tampak anggun dan berwibawa.

Pada kesempatan wawancara  ini, Inche Sayuna menceritakan banyak hal. Mulai dari kisah awal dirinya bergabung dengan AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) saat masih duduk di bangku kuliah hingga akhirnya masuk Partai Golkar dan kini dipercaya menjadi Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT serta menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT. Ia juga menjelaskan tentang kegiatan, program kerja dan target politik Partai Golkar Provinsi NTT kedepan, termasuk sedikit biodata dirinya.

Semua diceritakan dalam suasana  wawancara yang penuh akrab, seakan sedang ngobrol biasa. Apalagi ditengah wawancara berlangsung, seorang staf sekretarisnya datang membawa tiga gelas kopi sebagai jamuan bagi wartawan. Suasana wawancara pun menjadi lebih cair dan akrab.

“Saya bergabung dengan AMPI sejak masih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Kristen Arta Wacana (UKAW) Kupang. Saya memang hobi berorganisasi. Waktu masih SMA juga saya pengurus OSIS (organisasi siswa intra sekolah). Waktu itu saya berpikir, kalau saya sekolah saja pasti nanti saya dapat gelar sarjana hukum, tapi kalau saya mau jadi pemimpin, saya harus berorganisasi,” cerita Inche Sayuna

Organisasi bagi Inche Sayuna, adalah tempat seseorang belajar menjadi pemimpin. Organisasi  mengasah ketrampilan seseorang dalam berpikir, menganalisa persoalan, berbicara dan lainnya.  Karena itulah, ia selalu aktif dalam kegiatan organisasi, bahkan terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi kepemudaan dan organisasi perempuan lainnya.

Dari keanggotaan dan menjadi pengurus AMPI NTT inilah, Inche Sayuna kemudian menjadi anggota Partai Golkar, karena AMPI merupakan organisasi pemuda yang didirikan Partai Golkar, yang memang khusus mempersiapkan kader muda untuk menjadi kader Partai Golkar.

“Saya sering mengalami acrobat politik di partai. Dilempar kiri kanan, ditendang, disanjung, Saya bahkan pernah berhenti sejenak dari kegiatan partai karena persaingan internal dan lebih aktif menjadi dosen selama 10 tahun. Tetapi saya tidak benar-benar meninggalkan partai. Saya ikuti semua tahapan pengkaderan di Partai Golkar mulai dari latihan kepemimpinan dasar sampai latihan kepemimpinan utama di tingkat pusat,” cerita Inche Sayuna.

Mengawali perjalanan politik dari anggota biasa di Partai Golkar NTT,  kemudian dipercaya menjadi panitia kegiatan, lalu menjadi bagian dari pengurus partai  dan akhirnya menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT dan dipercaya mendampingi Melki Laka Lena menjadi Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT. Sebuah proses perjalanan karir politik yang panjang dan menarik.

Karena mengikuti semua tahapan proses pengkaderan itulah, Inche Sayuna menjadi sangat setia dengan Partai Golkar. Ideologi Partai Golkar sudah benar-benar tertanam dalam dirinya, hingga ia merasa, tidak ada partai yang lebih hebat dari Partai Golkar di Indonesia ini. Itulah pula yang membuat dirinya tetap setia bersama partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Saya merasa, saya punya mimpi yang besar untuk menjadi pemimpin. Benar kata para pakar, mimpi yang besar akan diikuti dengan energy yang besar. Kalau kita punya mimpi yang besar, alam semesta akan mendukung untuk mewujudkan mimpi kita. Saya merasakan hal itu hingga saya mencapai posisi seperti sekarang ini. Selebihnya, biarkan Tuhan yang mengatur jalan hidup kita,” kata Inche Sayuna.

Karena itu, Inche Sayuna berpesan kepada seluruh generasi muda dan kaum perempuan, jangan takut untuk bermimpi menjadi pemimpin. Bekali diri dengan berorganisasi, ikuti setiap proses pengkaderan dengan baik, dan Partai Golkar bisa menjadi pilihan dan jalan menuju mimpi tersebut.

Menurut Inche Sayuna, gaya kepemimpinan Partai Golkar NTT saat ini lebih kepada gaya kepemimpinan yang leadership terstruktur, gaya kepemimpinan yang kolektif kolegial dan partisipatif, serta gaya kepemimpinan aktivis. Bahkan, ia menyebut, tidak ada gaya kepemimpiann yang senikmat sekarang di Partai Golkar NTT.

Di masa kepemimpinan saat ini, Partai Golkar membuka ruang yang  lebih besar bagi kaum muda dan perempuan untuk bisa berpartisipasi, menyampaikan gagasan atau ide-ide kreatif. Kalau sebelumnya kader perempuan lebih seperti prioritas kedua, di Partai Golkar saat ini, semua memiliki peluang yang sama, tanpa membedakan yang tua maupun yang muda, yang laki-laki ataupun perempuan.

“Boleh, kalau ingin bergabung dengan Partai Golkar. Para pemuda sebagai kaum milenial dan para perempuan pun kita ajak untuk bergabung di Partai Golkar.  Partai Golkar hari ini, dengan gaya kepemimpinan saat ini, sangat cocok bagi yang ingin mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan.  Mari kita bersama-sama berbuat untuk mengisi sejarah Bangsa ini menuju Indonesia yang lebih baik,” kata Inche Sayuna, ketika wartawan Teropongntt.com mengatakan ingin bergabung dengan  Partai Golkar juga setelah mendengar banyak perubahan di partai tersebut.

Inche Sayuna mengaku punya dua orang anak, buah cintanya bersama Hengky Famdale, suaminya. Semoga sukses selalu Ince Sayuna dan keluarga, sukses juga buat Partai Golkar terutama Partai Golkar di NTT.

(Maximilianus Marho)

 

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top