Nasional

Bupati Malaka, Stef Bria Seran Ajak Masyarakat dan Pengusaha Tambak Garam Duduk Bersama

TEROPONGNTT, BETUN –Bupati Malaka, Stef Bria Seran, mengajak warga yang menentang pembangunan tambak garam dan pihak perusahaan tambak garam, untuk duduk bersama pemerintah. Sesuai rencana, PT Inti Daya Kencana (IDK) akan mengelola usaha tambak garam seluas 300 hektar di Kabupaten Malaka.

“Saya ajak kita semua untuk duduk bersama, jika ada pihak yang merasa dirugikan. Pemerintah tentu bekerja demi kepentingan masyarakat,” tegas Bupati Malaka, Stef Bria Seran saat mendampingi Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat dalam kunjungan di Desa Weoe, Kabupaten Malaka, Selasa (26/3/2019).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meninjau proyek tambak garam di Kabupaten Malaka, Selasa (26/3/2019), dalam rangka mendukung dan menyukseskan pelaksanaan pembangunan dan pengembangan garam di kabupaten tersebut, yang sempat terhenti beberapa saat karena ada protes dari sebagian masyarakat.

Menurut Viktor B Laiskodat, kualitas garam NTT merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. NTT punya pantai yang relatif bersih, juga musim hujannya relatif  sedikit dan musim panasnya panjang. Sehingga garam yang dihasilkan betul-betul berkualitas dan punya nilai ekonomis tinggi.

“Kehadiran saya sebagai Gubernur merupakan momentum bagi kebangkitan NTT khususnya masyarakat di Kabupaten Malaka untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui produksi garam. Garam adalah emas putih bagi NTT,” kata Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat.

Di masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, kata Viktor B Laiskodat, NTT harus memberi. NTT harus bisa menyumbang 1 juta metrik ton untuk memenuhi kebutuhan garam secara nasional. Selama ini secara nasional, Indonesia masih mengimpor 3,7 juta metrik ton garam. Karena itu, produksi garam NTT sudah memiliki pasar yang jelas.

“Dalam menjalankan pembangunan, pasti ada kelompok yang pro dan kontra. Terhadap suatu kebijakan, pasti tidak semuanya setuju. Kalau ada yang demo atau kontra itu wajar saja. Seorang pemimpin harus berpikir out of the box, untuk mencari jalan keluar atau solusinya,” kata Viktor B Laiskodat.

(*/Siaran Pers Biro Humas NTT)

 

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top