Daerah

Bupati dan Kajari TTS Bekali Para Kepala Sekolah Tentang Teknis Pembangunan Fisik

TEROPONGNTT, SOE — Para kepala sekolah tingkat SMP di Kabupaten TTS yang menerima bantuan dana DAK dan afirmasi, mendapat arahan dari Bupati TTS, Egusem Piether Tahun terkait teknis pembangunan fisik bangunan gedung sekolah, mulai dari pembangunan fondasi, pemilihan besi, paku, seng hingga teknik pertanggungjawaban.

Arahan tersebut disampaikan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Piether Tahun pada kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan DAK Fisik dan Afirmasi Bidang Pendidikan Jenjang SMP Tahun Anggaran 2019 di Aula Mutis Soe, Kamis (23/5/2019). Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTS, Fachrizal turut memberikan arahan pada kegiatan ini.

Bupati Tahun mengatakan, para kepala sekolah juga harus mengetahui teknis pembangunan fisik suatu bangunan sehingga mempermudah para kepala sekolah dalam melakukan pengawasan pekerjaan fisik. Hal ini penting untuk menjaga kualitas dari suatu bangunan.

“Selama ini dari pengalaman saya melakukan pemantauan di lapangan, saya temukan salah satu celah temuan masalah dalam pembangunan fisik adalah pekerjaan fondasi. Pekerjaan fondasi tidak mengikuti teknis pekerjaan tetapi mengikuti kebiasaan si tukang. Hal ini jelas akan mempengaruhi kualitas fisik suatu bangunan. Selain fondasi, pemilihan besi, seng yang tidak sesuai juklak dan juknis pelaksanaan juga akan mempengaruhi kualitas suatu bangunan,” kata Bupati Tahun.

Usai pencairan tahap 1 dana DAK dan afirmasi pada Juni mendatang, Bupati Tahun memastikan, dirinya akan turun melakukan pemantauan di lapangan untuk melihat pekerjaan fisik di lapangan sudah berjalan sesuai juklak dan juknis dana DAK dan afirmasi khusus bidang pendidikan.

“Saya pasti turun cek ke sekolah-sekolah yang menerima bantuan dana DAK dan Afirmasi bidang pendidikan. Saya mau cek pekerjaan jalan atau tidak, sesuai juklak dan juknis tidak. Kalau tidak sesuai saya akan suruh bongkar,” tegasnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTS, Fachrizal dalam arahanya meminta para kepala sekolah dalam pelaksanaan pekerjaan fisik yang dibiayai dana DAK dan afirmasi disesuaikan dengan Juklak dan juknis. Hal ini untuk memastikan mutu pekerjaan dan juga mempermudah dalam proses pertanggung jawaban. Pasalnya dalam pengelolaan dana DAK dan afirmasi memiliki konsekuensi hukum jika  disalahgunakan.

“Hindari pikiran untuk mencari keuntungan dari bantuan DAK dan afirmasi yang didapat. Karena pikiran tersebut akan mendorong terjadinya penyimpangan. Jika sudah menyimpang tentu akan mempengaruhi kualitas bangunan dan berkonsekuensi hukum. Kerjakan sesuai juklak dan juknis penggunaan dana DAK dan afirmasi,” tegas Fachrizal.

Usai mendapat pengarahan, para Kepala Sekolah menandatangani perjanjian kerja sebagai tanda dimulainya pekerjaan yang diwakali enam sekolah penerima dana DAK dan Afirmasi yakni SMP Negeri Teas,  SMP Negeri 1 Amanunan Selatan, SMP N 1 Amanuban Timur, SMP Negeri Matani, SMP Negeri Hauhasi dan SMP Satap Oeue.

(PR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top