Daerah

Bukti Toleransi di NTT, Usman Husin Ucapkan Selamat Paskah, Mahasiswa Muhamadiah dan Pemuda MUI Gelar Kerja Bakti di Gereja Stasi Belo

FOTO : Spanduk Ucapan Selamat Paskah dari Wakil Ketua DPW PKB NTT, Usman Husin

TEROPONGNTT, KUPANG – Aksi terorisme yang ditandai dengan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar, tidak menyurutkan semangat toleransi antar umat beragama di Bumi Flobamorata Nusa Tenggara Timur. Salah satu buktinya, salah satu tokoh Muslim, Usman Husin  memasang spanduk ucapan Selamat Paskah di depan sejumlah gereja di Kabupaten Rote Ndao, sementara Mahasiswa Muhamadiah dan Pemuda MUI Kota Kupang menggelar kegiatan Kerja Bakti di Gereja Stasi St. Agustinus Belo.

Di wilayah Kabupaten Rote Ndao, spanduk ucapan Selamat Paskah dari Usman Husin selaku Wakil Ketua DPW PKB NTT terpasang di depan Gereja Efata, di depan Gereja Paroki St. Fransiskus Ba’a, di depan Gereja GMIT Namodale-Lobalain, dan beberapa gereja lainnya. Pada spanduk ucapan Selamat Paskah juga terlihat foto Usman Husin dan foto Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Wakil Ketua DPW PKB NTT, Usman Husin yang dikonfirmasi di Kupang, Rabu (31/3/2021), membenarkan pihaknya memasang spanduk ucapan Selamat Paskah di sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Rote Ndao. Pemasangan spanduk ucapan tersebut, sudah melalui koordinasi dan ijin  dari pihak gereja setempat.

Sementara itu, sejumlah mahasiswa yang tergabung Mahasiswa Muhamadiah dan Pemuda MUI Kota Kupang menggelar kegiatan kerja bakti bersama umat Nasrani di Gereja Stasi St. Agustinus Belo, Rabu (31/3/2021). Pada kegiatan kerja bakti ini, mahasiswa Muslim melakukan bersih-bersih dan membantu penataan di gereja sebagai persiapan Perayaan Misa Paskah 2021.

FOTO : Kegiatan Kerja Bakti Mahasiswa Muhamadyah dan Pemuda MUI Kota Kupang di Gereja Stasi Belo

Ketua Panitia Paskah Gereja Stasi St. Agustinus Belo, Stef Mite mengucapkan terima kasih kepada Mahasiswa Muhamadiah dan Pemuda MUI Kota Kupang yang telah melakukan kegiatan mulia dengan berkunjung ke Gereja Stasi St. Agustinus Belo dan melaksanakan kerja bakti bersama umat nasrani setempat. Ini merupakan bukti toleransi hidup antar umat beragama di Bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi.

“Walaupun di tengah situasi seperti ini, di tempat lain terjadi tragedi kemanusiaan yang sangat mengerikan, yang sangat menyayat hati kehidupan umat beriman, kita bersyukur di NTT tidak terjadi seperti itu. Hal seperti ini harus terus digalakan. Kami berterima kasih kepada teman-teman mahasiswa Muslim dan Pemuda MUI,” kata Stef Mitte.

Sementara Ketua DPC Pemuda MUI Kota Kupang, Edmon Oba mengatakan, kegiatan kerja bakti merupakan kegiatan spontan dari mahasiwa Muhamadiah dan Pemuda MUI Kota Kupang untuk terus membangun semangat solidaritas tanpa memandang suku, ras dan agama. Apalagi menjelang perayaan Paskah kali ini, terjadi peristiwa di Gereja katerdral Makasar. Karena itu, upaya membangun solidaritas dan toleransi harus terus digalakan demi menjaga kedamaian dan keutuhan hidup bersama sebagai Bangsa Idonesia dan masyarakat NTT.

(gt)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top