Daerah

BPJS Kesehatan Perkokoh Sinergi Dengan Bank NTT Untuk Perluas Channel Pembayaran

TEROPONGNTT, KUPANG — BPJS Kesehatan memperkokoh sinerginya dengan Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dalam pemanfaatan layanan untuk mendukung program JKN-KIS.  Sinergi ini diperkokoh sebagai upaya mengoptimalkan pelayanan kepada peserta maupun stakeholders lainnya.

Demikian dikatakan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kupang, Subkhan, SKM, M.Kes saat konferensi pers tentang pembayaran iuran JKN melalui Bank NTT bersama Kepala Devisi Dana dan Jasa Bank NTT, Anna Bere Tarak, di aula BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Selasa (13/6/2017) siang.

Sebagai badan hukum publik yang lebih dari tiga tahun mengelola Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), kata Subkhan, BPJS Kesehatan selalu berupaya mengoptimalkan pelayanan kepada peserta maupun stakeholders lainnya. Tahun 2019 menjadi target BPJS Kesehatan untuk mewujudkan cita-cita universal health coverage.

Sejak Oktober 2015, kata Subkhan,BPJS Kesehatan telah memperluas channel pembayaran iuran pesertanya melalui sistem Payment Point Online Bank (PPOB). Hingga akhir Maret 2017, tercatat BPJS Kesehatan memiliki 422.700 channel pembayaran PPOB yang terdiri atas, modern outlet, traditional outlet, maupun perbankkan.

Adapun rata-rata transaksi pembayaran iuran BPJS Kesehatan perbulan mencapai 5,5 juta transaksi pembayaran. Yang mana, kata Subkhan, 30 persennya bersumber dari PPOB dengan total iuran peserta JKN-KIS yang terkumpul lewat PPOB sebesar Rp 3,190 triliun. Manfaat penambahan Payment Point Online Bank (PPOB) bagi peserta adalah memudahkan pembayaran iuran BPJS Kesehatan sehingga lebih dekat, mudah dan cepat. Dengan demikian tercipta kenyamanan dalam pembayaran iuran dan meningkatkan wilingness to pay.

“Harapan kami, dengan tersedianya Payment Point Online Bank (PPOB) Bank NTT yang tersebar di berbagai daerah, kedisiplinan peserta JKN-KIS dalam membayar iuran meningkat, sehingga sustainibilitas program JKN-KIS terus terjaga,” kata Subkhan.

Subkhan menjelaskan, total peserta JKN-KIS dari segmen PBPU atau peserta Mandiri se-NTT sampai dengan bulan Mei 2017 adalah 204.994 jiwa. Dimana total piutang sampai dengan bulan Mei 2017 adalah 18.074.472.247,- sehingga diharapkan dengan kerjasama ini dapat meningkatkan penerimaan iuran JKN-KIS BPJS Kesehatan dan memberi dampak positif bagi bank mitra di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara Kepala Devisi Dana dan Jasa Bank NTT, Anna Bere Tarak mengatakan, Bank NTT siap mendukung strategi BPJS Kesehatan dalam melakukan pembayaran serta mempermudah dan mempercepat proses kemitraan secara teknis operasional maupun administrasi.

“Kami berharap, dapat membantu BPJS Kesehatan mencapai target penerimaan iuran BPJS Kesehatan,” kata Bere Tarak.

Saat ini, kata Bere Tarak, jumlah nasabah/rekening dana pihak ketiga Bank NTT sebanyak 1.719.406 dan terdapat kantor layanan sebanyak 204 dengan gerai ATM sebanyak 176 yang tersebar di seluruh wilayah NTT. (nia)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top