Daerah

BNN Provinsi NTT Ungkap Tiga Tersangka Kasus Narkoba Yang Ditangkap di Labuan Bajo

FOTO : AKP Yuli Beribe, SH

TEROPONGNTT, KUPANG – Pada triwulan ketiga tahun 2019, Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT berhasil mengungkap tiga tersangka peredaran gelap narkoba jenis shabu di wilayah Provinsi NTT. Ketiga tersangka ini ditangkap saat sedang bertransaksi di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada Juni 2019.

Demikian dijelaskan Plt. Kabid Pemberantasan BNN Provinsi NTT, AKP Yuli Beribe, SH dalam press release yang digelar di aula lantai 2 kantor BNN tersebut, Kamis (14/11/2019). Pada press release yang dipandu Kasie Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNN Provinsi NTT, Dokter Daulat A. Samosir ini, AKP Yuli Beribe, SH didampingi Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi NTT, Stef Joni Didok, SH dan Penyidik BNN Provinsi NTT, Bripka Yance Tedens.

Ketiga tersangka tersebut, kata Yuli Beribe, yakni berinisial TAT, MT dan SL. Tersangka TAT alias A, seorang sopir bus berusia 36 tahun asal Aimere Kabupaten Ngada, tetapi sesuai KTP beralamat di Jalan A Yani Kelurahan Tetandara, Kota Ende.  Tersangka MT alias M, juga seorang sopir bus berusia 47 tahun, berasal dari Welamosa, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende. Sementara tersangka SL adalah seorang ibu rumah tangga asal Banjar, Kecamatan Perak Timur, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Dalam penyidikan terhadap ketiga tersangka ini, jelas Yuli Beribe, penyidik BNN Provinsi NTT berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu (1) paket narkotika jenis Methamfetamin atau Shabu dengan berat Netto 0,0078 gr sesuai hasil uji laboratorium, satu (1) bungkus rokok Sampoerna Mild putih, tiga (3) batang pipet kaca atau pirex, satu (1) jaket dengan motof bergaris cokelat-hitam, satu (1) buah handphone (HP) merk Nokia type 150 warna hitam dan satu (1) handphone (HP) Oppo F1 One.

Atas perbuatan yang dilakukan, kata Yuli beribe, tersangka MT dijerat dengan pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat 1, dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka TAT dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1, UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan tersangka SL dijerat dengan pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ketiga tersangka kasus peredaran gelap narkotika ini, lanjut Yuli Beribe, telah dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Labuan Bajo dan telah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat. Dimana, pada persidangan yang digelar hari Selasa, 2 November 2019, Majelis Hakim PN Labuan Bajo menjatuhkan vonis lima (5) tahun penjara bagi tersangka/terdakwa TAT, enam (6) tahun penjara bagi tersangka/terdakwa MT dan hukuman 7 tahun penjara bagi tersangka/terdakwa SL.

Yuli Beribe berharap, masyarakat termasuk kalangan media (wartawan) ikut membantu Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) dengan cara melapor jika menemukan adanya oknum tertentu yang menggunakan atau menjadi pengedar gelap narkoba.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top