Daerah

BKIPM Kupang dan PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Tanda Tangan MoU Letter of Operational Coordination Agreement (LOCA)

TEROPONGNTT, KUPANG – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kupang bersama PT. Angkasa Pura I Bandara El Tari menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) Letter of Operational Coordination Agrrement (LOCA). Penandatanganan MoU sebagai komitmen bersama untuk perketat pengeluaran dan pemasukan ikan atau hasil perikanan ilegal di Provinsi NTT yang melalui Bandar Udara (Bandara) El Tari Kupang.

Acara penandatanganan MoU Letter of Operational Coordination Agrrement (LOCA) berlangsung di ruang rapat PT. Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Jumat (16/6/2017) sore. Penandatanganan MoU LOCA disaksikan dan dihadiri jajaran manajemen PT Angkasa Pura I Bandara El Tari, Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink, Trans Nusa, Sriwijaya Air, Bea Cukai, Imigrasi, Satpaspam Bandara El Tari, Lanud El Tari Kupang, Lantamal VII Kupang, Kepolisian dan UPT KKP yang berada di Kupang.

Acara penandatanganan MoU LOCA didahului dengan Sosialisasi Pengawasan Terpadu oleh Kepala Stasiun KIPM Klas I Kupang, Edi Santoso, yang menyampaikan materi tentang Tugas dan Fungsi Strategis BKIPM serta penjelasan jenis-jenis biota perairan yang dilarang, dibatasi dan dilindungi oleh pemerintah demi tercapainya kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Wahyudi dalam sambutannya, mengatakan, dengan dibuatnya Letter of Operational Coordination Agrrement (LOCA), dapat menjadi landasan kerjasama serta menyamakan persepsi dalam tindakan pencegahan maupun penindakan secara hukum kegiatan lalu lintas ikan dan hasil perikanan illegal yang mungkin bisa terjadi di Bandara El Tari Kupang.

Sementara Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan (SKIPM) Klas I Kupang, Edi Santoso mengatakan, Letter of Operational Coordination Agrrement (LOCA) yang telah ditandatangani sangat membantu dalam hal pelaksanaan pengawasan lalu lintas ikan dan hasil perikanan yang melalui Bandara El Tari Kupang. Pengawasan bersama dan saling bertukar informasi antara petugas karantina dengan petugas AVSEC dapat berjalan lebih lancar walaupun selama ini koordinasinya sudah berjalan dengan baik, namun belum ada legalitasnya. Dengan ditandatanganinya LOCA ini akan meningkatkan pengawasan bersama lebih intensif lagi.

Edi Santoso juga menyampaikan, potensi lalu lintas ikan dan hasil perikanan melalui Bandara El Tari Kupang cukup besar. Sebab, Provinsi NTT merupakan provinsi yang terdiri dari banyak pulau-pulau kecil dengan didukung lautnya yang indah dan bersih, masih belum ada pencemaran, sehingga ikan dan biota perairan dapat hidup nyaman dan berkembang biak dengan baik.

Kondisi demikian, kata Edi Santoso, harus dipertahankan untuk dapat dinikmati oleh nelayan dan masyarakat NTT secara terus menerus, artinya, kita jaga jangan sampai punah. “Kita jaga bersama keberlanjutannya hingga akhir jaman untuk kesejahteraan masyarakat NTT. Kita petugas BKIPM Kupang selalu siap untuk melakukan tindakan tegas terhadap illegal lalu lintas ikan dan hasil perikanan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” kata Edi Santoso. (*/nia)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top