Daerah

Bicara Data, Kakanwil Kemenag NTT Ingatkan Operator EMIS

TEROPONGNTT, KUPANG — Kakanwil Kementerian Agama NTT. Drs. Sarman Marselinus mengingatkan para operator Education Management Information System (EMIS) agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab.

Hal itu dikatakan Kakanwil Kemenag NTT, Sarman Marselinus dalam kegiatan Verifikasi dan Validasi Data Pendidikan Islam Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2019, di Hotel Swissbellin Kristal Kupang, Kamis (24/10/2019).

Demikian rilis berita yang dikirim Kasubbag Inmas Kanwil Kemenag NTT, Bobby Babaputra, S.Fil, MM.

“Operator EMIS adalah penginput data dan bukan pengumpul data. Karena itu lakukan tugas anda dengan penuh tanggungjawab, teliti, tidak lengah sehingga data yang dihasilkan itu data final, tidak terdapat kesalahan,” kata Sarman Marselinus

Menurut Sarman,  untuk mendapatkan data yang akurat , data primer ataupun sekunder harus diolah, diverifikasi sehingga kebenaran dan keabsahannya dapat dipertanggungjawabkan.

“Verifikasi dan validasi adalah metode untuk menguji keabsahan data. Melalui metode demikian kita dapat menghasilkan data yang akurat, benar dan tepat,” jelas Kakanwil.

Sarman menambahkan, ketersediaan data menjadi sangat penting. Hal itu karena data menjadi sumber informasi untuk penyusunan kebijakan program anggaran dan pengambilan keputusan. Karena itu, Sarman mengingatkan agar pekerjaan penginputan data tidak boleh dipandang sebagai rutinitas.

“Jangan terjebak dalam rutinitas yang menggiring anda keluar dari hal yang substansial. Pahami tugas tersebut sebagai bagian dari sumbangsih anda dalam proses pembangunan bangsa,” kata Sarman.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag NTT, Pua Monto Umbu Nay melalui Ketua Panitia, Ibrahim Arif mengatakan tujuan menghadirkan para operator dari Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-NTT dalam kegiatan Verifikasi dan Validasi Data Pendidikan Islam tersebut dengan harapan pada akhirnya pelaksanaan updating data EMIS dari waktu ke waktu menghasilkan data EMIS yang berwibawa dan dapat diandalkan.

“Kita ingin agar nantinya progres pemutakhiran data sesuai dengan petunjuk teknis Pemutakhiran EMIS,” pungkas Ibrahim Arif.

(*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top