Daerah

Benediktus Bosu Prioritaskan Kesejahteraan ASN Jika Menjadi Gubernur NTT

TEROPONGNTT, ENDE – Bakal calon (balon) Guberur NTT, Benediktus Bosu menawarkan sejumlah program untuk percepatan pembagunan jika dirinya menjadi Gubernur NTT. Salah satu prioritasnnya adalah kesejahteraan aparatur sipil Negara (ASN) melalui peningkatan SDM dan pemberdayaan ekonomi.

Hal ini dikatakan Benediktus Bosu ketika dihubungi melalui pesan singkat pada ponselnya, Kamis (1/6/2017). Hal lainnya yakni, prioritas pembangunan bidang pendidikan, pertanian peternakan, perikanan dan kelautan serta kesehatan.

Untuk kesejahteraan ASN, kata Benediktus Bosu, perlu dilakukan pembayaran gaji tepat waktu, permudah prosedur kenaikan pangkat dan.golongan, bantuan perumahan serta fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, para isteri ASN diberikan pembinaan ketrampilan  (home indusri) guna menopang pedapatan keluarga ASN.

“Prinsinya ASN harus didorong untuk hidup lebih baik sehingga pelayanan masyarakat pun dilaksanakan ASN dengan baik pula. Tidak boleh ada diskriminasi dalam proses penerimaan ASN dan pemberian penghargaan kepada ASN berprestasi,” kata Benediktus Bosu.

Untuk menggambarkan pandangan masyarakat tentang seorang ASN (dulunya disebut PNS), Benediktus Bosu menganalogikannya dengan gadis desa yang lebih suka menikah dengan seorang PNS meski wajahnya jelek dibanding pegawai swasta atau wirausaha/petani yang wajahnya ganteng.

Dalam cerita analoginya, Benediktus Bosu mengatakan, ada segerombolan gadis desa mandi di pancuran sambil guyon. Seorang gadis menegur temannya yang berparas cantik dan menjadi kembang desa, mengapa tidak kecewa punya pacar (cowok) berparas  jelek, tidak ganteng, kurus dan hitam.

Spontan si cantik menjawab, kata Benediktus Bosu, biar dia jelek tidak apa-apa, yang penting ber-NIP (Nomer Induk Pegawai) atau berstatus PNS (kini ASN).

Bahkan di suatu daerah, kata Benediktus Bosu, karena memiliki suami PNS sudah menjadi trend bagi para gadis, seorang pemuda terpaksa membeli baju korpri dan minggu berikutnya, setiap pagi pemuda itu mengenakan baju  PNS mulai pukul 07.00 wita hingg pukul 14.00 wita.

“Kerjaanya mancing ikan, tapi gadis didaerahnya tidak mengetahui. Bulan berikutnya pemuda itu melamar gadis cantik dan calon mertuanya langsung menyetujui,” kata Benediktus Bosu.

Cerita ini, kata Benediktus Bosu, menggambarkan kalau profesi ASN atau PNS merupakan profesi yang paling digandrungi atau diidolakan masyarakat. Karena itu, kesejahteraan hidup ASN harus mendapat perhatian. Meskipun, pemerintah harus memberi perhatian yang juga banyak kepada pegawai swasta dan pengusaha agar hidupnya lebih baik lagi dan tidak kalah pamornya dibanding ASN atau PNS.  (JR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top