Daerah

Begini Pernyataan Josef A. Nae Soi Tentang Pertumbuhan Ekonomi NTT Saat Ini

TEROPONGNTT, KUPANG — Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM menyatakan, pertumbuhan ekonomi NTT mengalami peningkatan selama beberapa bulan terakhir.  Pemerintah Provinsi NTT terus berupaya mengajak para investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini.

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM menyampaikan hal ini saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Daerah Terkait Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Prima di Hotel Sahid T-More Kupang, Selasa (27/8/2019). Rakor akan berlangsung hingga Kamis (29/8/2019).

“Puji Tuhan, atas kerja keras semua elemen masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota, pertumbuhan ekonomi NTT semakin membaik dan terus mengalami trend positif. Sembilan bulan lalu, pertumbuhannya masih berkisar 5,18 persen. Namun per-hari ini, pertumbuhan ekonomi kita sudah mencapai 6,36 persen. Tentu ini suatu prestasi yang menggembirakan, namun tak boleh membuat kita cepat berpuas diri,” kata Josef A. Nae Soi.

Kegiatan yang diprakarsai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) NTT ini dihadiri Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan Kementerian Dalam Negeri, Sugiarto, dan Kepala Bidang Perluasan dan Promosi Kementerian Koordinator Perekonomian, Ani Suryati Ningsih. Juga hadir Bupati Kupang, Wakil Bupati Manggarai Barat, Wakil Bupati TTS, Sekretaris Daerah Ngada, pejabat yang mewakili Bupati/Walikota se-NTT, para pimpinan DPRD Kabupaten/Kota se-NTT serta para Kepala PM-PTSP Kabupaten/Kota se-NTT.

Menurut Nae Soi, kecenderungan stunting dan gizi buruk juga menurun dalam beberapa bulan terakhir dengan berbagai upaya dan terobosan yang dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Namun perlu diingat bahwa, pertumbuhan ekonomi ini masih belum  optimal untuk menurunkan angka kemiskinan NTT.

Angka kemiskinan NTT, kata Nae Soi, masih terbilang cukup tinggi. Karenanya, pemerintah Provinsi NTT terus bekerja keras dengan segala daya dan upaya dalam menurunkan angka kemiskinan ini. Salah satunya dengan menciptkan iklim investasi yang kondusif agar para investor mau menanamkan modalnya di NTT.

“Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan  menekankan  pentingnya investasi bagi kemajuan negara dan daerah. Dinas PM-PTSP  ibaratnya seperti ginjal dalam organ tubuh. Punya peranan penting dalam pengembangan investasi daerah. Aturan yang kita punya sudah sangat lengkap, tinggal yang diperhatikan adalah komitmen dan  konsistensi dalam penerapannya,” kata Nae Soi.

Politisi Partai Golkar tersebut berharap, melalui rakor dapat dilakukan upaya sinergitas, sinkronisasi dan kolaborasi. Tidak hanya sekadar koordinasi, tapi kolaborasi. Kolaborasi berarti saling menghidupkan dan ada keterikatan yang sangat kuat antara Pusat, Provinsi dan daerah.  Sehingga saat melakukan kegiatan perizinan  harus cepat, teliti, ramah  dan memiliki etos kerja melayani.

“Memberi izin, cobaannya sangat banyak. Amplop –amplop akan bergelimpangan. Tapi sekali anda tegas, sekali anda mengatakan tidak, anda sungguh hebat dan luar biasa . Pakailah prinsip fortiter in re, suaviter in modo atau tegas dalam  prinsip, ramah pada cara. Senyumlah dalam memberikan pelayanan,” pinta Nae Soi

Dalam kesempatan itu juga diberikan Piagam Penghargaan kepada lima PTSP terbaik dalam pelayanan yakni PTSP Kabupaten Belu,Manggarai Barat, Timor Tengah Utara, Ende dan  Kota Kupang.

(*?Biro Humas NTT)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top