Daerah

Begini Penjelasan Prof Dr. I Gusti B. Arjana Tentang Peran PKBI Daerah NTT Kedepan

TEROPONGNTT, KUPANG – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) memberi perhatian serius pada pengembangan program dan advokasi kesehatan seksual dan reproduksi sesuai visi lembaga PKBI. PKBI Daerah NTT akan bekerja serius guna membantu pemerintah dalam menciptakan penduduk NTT yang sehat dan berkualitas.

Hal ini dikatakan Ketua PKBI Daerah NTT, Prof Dr. I Gusti B Arjana, MS saat menggelar jumpa pers di Beta Café dan Barbershop Kupang, Jumat (19/7/2019) sore. Saat menggelar jumpa pers, Ketua PKBI Daerah NTT, Prof Dr. I Gusti B Arjana, MS didampingi Wakil Ketua I Bidang Kelembagaan dan SDM, Dr. Simplexius Asa, SH, M.H, Direktur Eksekutif PKBI Daerah NTT, Moudy Taopan serta jajaran pengurus dan relawan PKBI Daerah NTT.

Pada kesempatan ini, Prof I Gusti B Arjana menyinggu tiga hal penting dalam pembangunan kependudukan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketiga hal tersebut yakni pembangunan ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Menurut Prof I Gusti B Arjana, rilis terbaru Badan Statistik Nasional (BPS) menunjukan tingkat kemiskinan di NTT masih cukup tinggi. Sehingga pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat NTT juga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan seluruh komponen masyarakat.

Sementara dalam bidang kesehatan, kata Prof I Gusti B Arjana, asupan gizi pada ibu hamil harus cukup sehingga bayi yang lahir nantinya bisa menjadi generasi yang sehat dan berkualitas. Tidak menjadi generasi dengan tubuh yang kecil dan tidak cerdas.

Jika tingkat ekonomi baik dan generasinya sehat, kata Prof I Gusti B Arjana, maka penduduk NTT akan menjadi generasi yang pintar dan pembangunan pendidikan berjalan bagus. Penduduk NTT bisa menjadi kreatif dan inovatif sehingga hidupnya menjadi sejahtera.

Karena itu, menurut Prof I Gusti B Arjana, PKBI Daerah NTT akan memberi perhatian serius kepada pengembangan program dan advokasi kesehatan seksual dan reproduksi. Supaya program keluarga berencana bisa berjalan baik. Tidak ada pernikahan dini, tidak ada perkawinan anak dibawah umur, atau seks bebas yang membuat remaja hamil diusia yang belum dewasa.

Karena jika keluarga dibentuk tanpa melalui perencanaan hidup yang baik, maka kata Prof I Gusti B Arjana, penduduk Nusa Tenggara Timur (NTT) akan sulit keluar dari kemiskinan dan  generasi yang dilahirkan menjadi kurang berkualitas. Karena itu, masalah kesehatan reproduksi harus menjadi hal penting yang mendapat perhatian.

“PKBI Daerah NTT memiliki program kerja yang siap dilaksanakan dan dalam waktu dekat kami akan bertemu ibu Julie Sutrisno Laiskodat, ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, karena beliau adalah penasehat PKBI Daerah NTT. Kami juga akan berkoordinasi dengan berbagai lembaga terkait termasuk berdiskusi dengan kalangan media untuk sama-sama membangun penduduk NTT,” kata Prof I Gusti B Arjana.

Pada jumpa pers ini, Prof I Gusti B Arjana juga menjelaskan tentang sejarah terbentuknya PKBI di Indonesia dan PKBI Daerah NTT serta berbagai program yang akan dilakukan.

(max)

 

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top