Daerah

Begini Kata Pemilik Lahan Embung Oekefan

TEROPONGNTT, SOE — Sebagai salah satu pemilik lahan, Robert Wohangara merasa tidak dihargai dengan adanya pembangunan Embung Oekefan di lokasi yang merupakan lahan miliknya. Betapa tidak, pekerjaan embung sudah sekitar satu minggu, dirinya baru tahu kalau di lahan miliknya sudah dilakukan pekerjaan embung.

Robert Wohangara adalah alih waris pemilk lahan yang dibagun embung di Kelurahan Oekefan. Robert Wohangara mengatakan hal ini saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Oekefan, Rabu (25/9/2019).

“Alat berat datang sekitar tanggal 5 Desember 2015. Saya baru tahu sekitar tanggal belasan dari keluarga di Oekefan kalau ada mau bangun Embung di lahan milik saya dan sebagian milik bapak Abet Missa,” urai Robert.

Robert yang mengaku sebelumnya tinggal di kilo meter 2 arah Kupang itu, kemudian mendatangi lokasi pekerjaan embung dan menyetopkan pekerjaan embung.

“Saya datang ke lokasi pengerjaan embung dan saya minta stop pekerjaan. Karena jujur, saya sama sekali tidak tahu,” lanjut Robert.

Pekerjaan embung sempat terhenti selama beberapa hari. Dirinya baru mengiyakan kelanjutan pekerjaan embung setelah dilakukan pertemuan sebanyak tiga (3) kali di Kantor Kelurahan Oekefan dengan beberapa butir kesepakatan.

“Pekerjaan embung sempat terhenti beberapa hari. Saya baru setuju untuk kerja lanjut setelah kami ada kesepatan,” kata Robert meski tidak menguraikan butir-butir kesepakatan.

Mengenai pemanfaatan embung tersebut, Robert mengaku hanya sekali menanam sayur Labu Jepang dengan memanfaatkan air yang ditarik menggunakan selang.

“Setelah saya tinggal di sini (Oekefan), saya memang tanam sayur labu jepang. Air untuk siram saya ambil dari embung menggunakan selang. Dan itu hanya tahun pertama saja. Selanjutnya sudah tidak lagi,” kata Robert.

Robert dengan tegas mengatakan, jika embung tersebut hingga saat ini hanya dimanfaatkan sebagai tempat pancing ikan. Untuk pemanfaatan lainnya sebagaimana kegunaan dibangunnya embung, Robert mengaku sama sekali tidak ada.

Beberapa sumur yang ada di sekitar embung pun sudah ada dari dulu dan airnya tidak pernah kering. Bukan karena adanya embung baru sumur-sumur tersebut ada airnya.

“Siapa yang bilang dengan adanya embung di Oekefan lalu sumur-sumur disini baru air? Sumur-sumur disini sudah ada dari jaman dulu dan airnya tidak pernah kering. Bukan karena ada embung baru ada di sumur-sumur disini ada air. Kalau saya boleh jujur embung itu tidak ada manfaatnya,” pungkas Robert.

(PR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top