Daerah

Bank Christa Jaya Digugat, Begini Tanggapan Chris Lianto

TEROPONGNTT, KUPANG  — Setelah dilaporkan ke Polda NTT pada Juni 2019 lalu, kini Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Christa Jaya kembali digugat secara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Kupang oleh MM (49), selaku ahli waris dan istri sah dari Wellem Dethan (alm), melalui tim kuasa hukumnya, Herry F.F Battileo, SH.MH dan Rekan. Menanggapi hal ini, Komisaris Utama BPR Crista Jaya, Christofel Lianto menyampaikan tanggapan dan penjelasannya.

Ditemui di kantornya, Kamis (1/8/2019), Chris Lianto, begitu Komisaris Utama BPR Crista Jaya, Christofel Lianto biasa disapa, menjelaskan bahwa semua prosedur penyaluran kredit sudah dilakukan sesuai perjanjian kredit yang ditandatangani nasabah Wellem Dethan bersama istrinya, MM. Hal itu juga sudah ia jelaskan kepada pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan penyelidik Polda NTT.

Tentang pelunasan kredit atau pinjaman, jelas Chris Lianto, hal itu juga sudah tertera dalam perjanjian kredit. Dimana sesuai perjanjian kredit tersebut, jika nasabah Wellem Dethan meningal dunia, maka istrinya melanjutkan pembayaran angsuran pinjaman. Pihaknya juga sudah menjelaskan hal ini kepada awak media pada beberapa waktu sebelumnya.

Sementara Koranpewartakorupsi.com memberitakan, gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Bank Christa Jaya Perdana Kupang atas kasus penipuan dan penggelapan 2 (dua) buah objek hak tanggungan yang dijaminkan Wellem Dethan (alm), suami MM berupa sebidang tanah bangunan SHM 166 seluas 488 M2 An. Wellem Dethan di Kelurahan Sikumana dan sebidang tanah bangunan SHM 168 seluas 334 M2, an. Wellem Dethan di Kelurahan Sikumana yang tidak dikembalikan terkait transaksi siluman, sudah didaftrakan surat kuasanya ke Panitera Pengadilan Negeri Klas IA Kupang pada Rabu, (31/07/2019), dengan nomor register, 406/LGS/SK/PDT/19/PN.Kpg. Gugatan tersebut didasari pada surat kuasa khusus yang diberikan MM kepada kuasa hukumnya dengan nomor, 062/B.1.1/KAP-HFFB/VII/2019.

Langkah hukum yang ditempuh MM ini, seperti diberitakan koranpewartakorupsi.com, terjadi karena adanya dugaan transaksi siluman dengan mendroping pinjaman sebesar Rp. 110 juta dan Rp. 200 juta ke rekening suaminya Welem Dethan (alm) tanpa akat kredit.

Sebelumnya, Bank Christa Jaya Perdana Kupang juga telah dilaporkan secara pidana ke Polda NTT dalam kasus yang sama.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top