Ekbis

Bank Arta Graha Internasional Kupang Akan Memberikan Layanan Perbankan Berbasis Digital

# Grand Opening Kantor PT. Bank Artha Graha International Cabang Kupang

TEROPONGNTT, KUPANG — Pimpinan Bank Arta Graha Cabang Kupang, Nikolas Febrianto mengatakan, Kantor Cabang Arta Graha ini merupakan relokasi dari cabang lama yang sebelumnya terletak di Jalan Mohammad No 54 Kupang. Bank Arta Graha Internasional Kupang akan memberikan layanan perbankan berbasis digital dengan suasana yang lebih nyaman kepada nasabah.

Hal tersebut disampaikannya pada acara Grand Opening Kantor Bank Artha Graha International Cabang Kupang, Selasa 16 Maret 2021. Grand Opening Kantor PT. Bank Artha Graha International Cabang Kupang dilakukan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Nikolas Febrianto mengatakan,hal ini sejalan dengan road map Bank Arta Graha Internasional terhadap transformasi perbankan digital, dimana untuk melakukan transaksi perbankan nasabah tidak perlu datang lagi ke bank melainkan dapat melakukannya dari rumah atau dari manapun melalui smartphone. Nasabah juga dapat melakukan transaksi tanpa harus antrian.

Pada acara ini, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan, agar sektor perbankan mendukung penuh pengembangan sektor pertanian, peternakan dan perikanan agar dapat menjadi dorongan bagi pembangunan Provinsi NTT. Gubernur juga memberikan apresiasi pada Pimpinan dan Jajaran Bank Artha Graha atas peresmian kantor yang baru tersebut.

“Saya harapkan Bank Artha Graha dan seluruh perbankan di NTT agar serius pada seluruh sektor pembangunan seperti pertanian, peternakan juga perikanan. Perbankan harus menuju ke situ jangan semata-mata hanya mencari keuntungan tetapi juga berperan membangun NTT. Mendesain agar membantu UMKM bisa bertumbuh dengan produk-produk yg ada.

Hal tersebut akan bisa mendorong suplai chain  kita sendiri untuk pariwisata. Saat ini kita masih datangkan daging dan telur ayam dari luar,” ujarnya.

“Perbankan harus siap untuk kreditnya masuk pada pertanian, peternakan, dan perikanan. Saat mayoritas penduduk NTT itu bekerja pada sektor itu tapi pada sektor-sektor ini kreditnya sangat kecil . Itu menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi pada sektor itu diabaikan. Kita berbicara negara agraris dan maritim tapi perbankan tidak tertarik pada hal ini. Mindset kita harus berubah dengan memperhatikan hal ini dan kita kerja harus serius dan  mendesain bisnis itu mampu untuk sampai pada level marketnya ,” papar Gubernur.

Ia mengatakan, Semuanya harus berperan pada sektor-sektor investasi ini. Sehingga UMKM dan Koperasi juga menghasilkan kekuatan ekonomi dan menjadi identitas ekonomi NTT yang menyangga ekonomi nasional. Ekonomi rakyat NTT harus bertumbuh menjadi kekuatan nasional.

“Kalau kita investasi pada sektor pertanian misalnya maka ada dua manfaat. Pertama, kita bisa mengangkat martabat mayoritas masyarakat NTT. Kedua kita bisa membuat size bisnisnnya. Misalnya Jagung, akan berkembang menjadi pakan ternak dan ada industri pakan ternaknya yang menguatkan bidang peternakan. Dengan peternakan yang kuat maka ada bisnis daging yang lebih maju,” tambahnya.

Sementara Kepala OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar berharap dengan kantor baru Bank Artha Graha maka pimpinan dan jajaran Bank Artha Graha bisa berperan aktif juga berkontribusi untuk mendorong perekonomian NTT. “Situasi kantor ini lebih  nyaman dan saya harap bisa memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.

(*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top