Nasional

Bahasa Indonesiaku Bahasa Pemersatu

TEROPONGNTT, JAKARTA — Dalam berbagai kesempatan yang diberikan, Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Pak Jokowi, selalu membanggakan kehebatan Bahasa Indonesia dalam mempersatukan beragam suku yang hidup bersama di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebut saja, dalam pertemuan sang Presiden Republik Indonesia dengan Presiden Afghanistan. Presiden Jokowi menerangkan kepada Presiden Ashraf Ghani bahwa dirinya yang tidak dapat menguasai semua bahasa daerah, mampu berkomunikasi dengan rakyatnya, dari Sabang hingga Merauke, dengan satu bahasa, yakni Bahasa Indonesia.

Mendengar hal tersebut, Presiden Afghanistan pun memberikan pujiannya. Pasalnya, tidak semua negara dapat mewujudkan persatuan dalam kekayaan ragam, seperti Indonesia yang hidup dalam pedoman Bhinneka Tunggal Ika.

Namun, yang semakin membanggakan lagi, bukan hanya sebagai bahasa pemersatu bagi lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia, Bahasa Indonesia juga terbukti dapat menjadi pemersatu beragam bangsa di dunia.

Baru-baru ini, Indonesia mengundang para pemenang Lomba Pidato dan Bercerita dalam Bahasa Indonesia dari berbagai negara untuk ikut meramaikan upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia. Dari lomba tahunan yang diadakan KBRI di berbagai negara, terpilih 50 pemenang dari 16 negara.

Salah satu pemenang Lomba Pidato dan Bercerita adalah Aekachai Aunsub, pemuda asal Thailand yang sempat mendapatkan beasiswa di salah satu universitas di Yogyakarta pada tahun lalu. Karena prestasinya. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial jurusan Asia Tenggara ini sempat mempelajari berbagai bahasa, namun, ia mengaku dirinya semakin jatuh cinta kepada Bahasa Indonesia ketika ia mempelajarinya lebih dalam lagi.

Sama halnya dengan Presiden Ghani. Ia mengagumi Bahasa Indonesia yang dapat mempersatukan beragam suku yang ada di Indonesia. “Saya pikir Bahasa Indonesia adalah bahasa yang membuat orang-orang bisa kenal bersama. Contoh, orang Indonesia punya banyak suku ya. Bahasa Indonesia menjadi bahasa jembatan. Menjadi jembatan untuk link semua orang, semua suku,” tuturnya.

Kecintaan akan Bahasa Indonesia memang terlihat pada pemuda yang memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama untuk ilmu yang ditekuninya. Semua tentang Indonesia juga dipelajarinya, mulai dari bahasa hingga budaya. Bahkan, ia dapat menceritakan sejarah Indonesia mulai dari jaman Majapahit.

Pemuda asal Thailand ini mengungkapkan, bahwa pengalaman yang ia habiskan di Yogyakarta membuatnya sangat jatuh cinta dengan Indonesia. Kebhinekaan budaya Indonesia, yang pada awalnya hanya sekedar cerita dan dipelajarinya lewat buku, menjadi semakin nyata saat ia menghabiskan waktu di Indonesia.

Selain Aekachai Aunsub, ada lagi 49 pemenang lainnya. Berawal dari kecintaan masing-masing akan Bahasa Indonesia, mereka yang berasal dari berbagai penjuru dunia berbeda kini dipersatukan di Indonesia. Berpondasikan Bahasa Indonesia, mereka pun membangun persahabatan.

“Kita dari negara masing-masing, pakai bahasa masing-masing, tapi Bahasa Indonesianya bisa membuat kita bertemu, bersama, dan berteman,” jelas Aekachai Aunsub.

Sebagai pecinta Bahasa Indonesia, menjadi tamu undangan pada acara perayaan HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Istana Merdeka tentunya menjadi pengalaman berharga untuk para pemenang lomba. Seperti yang diungkapkan Brett Fletcher, pemenang lomba asal Australia, “pengalaman itu keren sekali. Saya bisa bertemu langsung dengan Pak Jokowi, berjabat tangan, dan lain-lain. Kalau saya, saya akan ingat yang itu selalu”.

“Senang sekali melihat upacara itu. Ada tari cantik, menarik. Musik nyaman, suasana menyenangkan. Merdeka!” Tambah Maryline, pemenang lomba pidato asal Prancis.

Dunia Menyaksikan Kebhinekaan Indonesia

Selama kunjungan ke Indonesia, dari 15 sampai dengan 21 Agustus 2017 para juara dari seluruh dunia akan mengenal Indonesia secara langsung, serta mengikuti lomba dan kegiatan lanjutan di Jakarta dan Bali. Kunjungan difasilitasi penuh oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Agenda di Jakarta, antara lain: Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia, Lomba Debat dalam Bahasa Indonesia, pengenalan budaya dan kawasan bersejarah Indonesia di Jakarta, mengikuti upacara peringatan HUT ke-72 RI di Istana Merdeka, pengenalan berbagai ragam kuliner, rumah-rumah budaya, dan kunjungan ke lembaga-lembaga pendidikan di Jakarta.

“Sesudah yang ini (upacara peringatan kemerdekaan) akan ke Taman Mini Indonesia, selama sore ini. Dan sesudah yang itu, ada 4 hari yang akan dihabiskan di Bali,” jelas Brett.

Dalam kunjungan 4 hari ke Bali, para peserta akan dikenalkan dengan berbagai destinasi pariwisata Indonesia serta kawasan-kawasan budaya dan pendidikan. Pengalaman mereka nantinya akan menjadi sebuah bahan cerita tentang negara yang hidup harmonis dalam keberagaman. Tentang bangsa Indonesia yang bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika dan hidup bergandengan menjaga kodratnya. (MA-Humas Kemensetneg)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top