Daerah

ASDP Bolok Kupang Perlu Investigasi Kasus Biaya Kendaraan Ekspedisi yang Disoroti Ombudsman Perwakilan NTT

TEROPONGNTT, KUPANG – PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang perlu melakukan investigasi terlebih dahulu untuk membuktikan kebenaran kasus pembayaran biaya angkutan kendaraan ekspedisi yang dimuat kapal ferry rute pelayaran Lembata – Adonara (Flores Timur), yang disoroti oleh Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Demikian dikatakan Kepala Cabang ASDP Kupang, Cuk Prayitno ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsapp (WA), Jumat (22/5/2020), terkait kasus pembayaran biaya angkutan kendaraan ekspedisi kapal fery rute Lembata-Adonara yang disoroti Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT.

“Komitmen kami, ASDP jika ada yang bermain di luar system, mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi/kelompok, maka jika terbukti akan kami proses dan apabila termasuk pelanggaran berat, ybs akan dipecat,” tulis Cuk Prayitno dalam pesan WA-nya.

Seperti diberitakan KOMPAS.com, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti kasus pembayaran biaya angkutan kendaraan ekspedisi yang dimuat kapal ferry tanpa menggunakan tiket. Kasus itu disebut terjadi di rute Pulau Lembata-Pulau Adonara.

“Biaya angkutan kendaraan ekspedisi dari Lembata-Adonara pakai bayar langsung di kapal, apa masuk kas ASDP?,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, seperti dilansir KOMPAS.com dari  Antara, Rabu (20/5/2020).

Kepala Cabang ASDP Kupang, Cuk Prayitno menghimbau masyarakat pengguna jasa angkutan kapal fery, agar jangan naik kapal ferry tanpa memiliki tiket dan jangan membeli tiket di calo. Jika ada oknum karyawan ASDP yang melakukan hal tersebut maka akan diproses.

“Dan kami himbau kepada para pengguna jasa.. jangan naik kapal ferry tanpa bertiket dan jangan beli di calo, jika ada oknum karyawan ASDP yg mlkknnya, maka akan kami proses. Thd informasi ini perlu kami lakukan investigasi terlebih dahulu unt membuktikan kebenarannya,” tegas Cuk Prayitno dalam pesan WA-nya.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton yang dihubungi melalui pesan WA, Jumat (22/5/2020), membenarkan pihaknya menyoroti kasus pembayaran biaya angkutan kendaraan ekspedisi yang dimuat kapal ferry di rute pelayaran Pulau Lembata-Pulau Adonara. Pasalnya, dalam pelayaran rute Kupang-Lembata menggunakan tiket elektrik, namun dari Lembata ke Adonara menggunakan tiket manual yang ditulis tangan.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top