Daerah

Aktor Laga Herison Lesitona Manafe Rintis Sinematek Bernuansa Budaya NTT

TEROPONGNTT, KUPANG — Lama meninggalkan dunia perfilman, actor laga asal NTT, Herison Lesitona Manafe kembali menunjukan bakat dan kemampuannya. Diam-diam, pemeran utama film ‘Tantangan Alam Semesta’ ini mulai merintis produksi sinematek bernuansa budaya NTT dan siap bekerja sama dengan TVRI dan televise swasta lainnya.

Menurut Herison, Sinematek  Indonesia (SI) adalah lembaga swasta non-profit yang disponsori pemerintah untuk tujuan sebagai lembaga arsip perfilman. Sementara sinematek bernuansa budaya NTT merupakan film drama yang mengisahkan tentang kehidupan dan kebudayaan masyarakat flobamora.

“Bersama teman-teman, saya sedang membangun sinematek yakni teater dan film drama documenter yang menampilkan cerita-cerita budaya NTT. Sinematek dikemas dengan waktu tayang 20 menit dan bisa sebagai cerita berseri atau drama berseri,” kata actor yang juga punya bisnis dekorasi ini.

Herison pertama menjajaki dunia acting tahun 1976, ketika bermain sebagai pemeran pembantu dalam film berjudul “Cakar Maut”. Sukses tampil di film pertamanya, Herison kemudian dipercaya produser PT Sinabung Raya Film, Li chin Bok  untuk terlibat dalam film kedua berjudul, Jurus Maut dan film ketiga berjudul, Si Pitung Beraksi Kembali.

Film keempat yang diperani Herison Lesitona berjudul Darah Perjaka. Dalam film ini, Herison beradu acting dengan Berry Prima selaku pemeran utama dan juga Even Bangun. Seperti film laga pada umumnya, antara Herison dan Bery Prima pun saling fight, saling pukul dan tendang.

Ketika ditemui saat berada di kantor DPRD Provinsi NTT, Rabu (5/4/2017) siang, actor laga yang lebih dikenal dengan nama Herison Lesitona ini, mengungkapkan ide dan upayanya merintis sinematek bernuansa budaya NTT tersebut. Skenario sinematek sedang dibuat dan upaya merealisasikan ide briliannya sedang berjalan.

“Budaya NTT kaya dengan ceritanya. Baik cerita sejarah maupun cerita pergaulan orang muda. Sebagai contoh, cerita tentang pahlawan daerah Sonbai bisa menjadi cerita menarik sinematek bernuansa budaya NTT. Masih banyak lagi cerita budaya NTT yang bisa digali dan dikembangkan,” kata Herison.

Dijelaskan Herison, dirinya kini membangun upaya kerjasama dengan TVRI NTT untuk merealisasikan ide sinematek yang mulai dirintisnya. Berbagai pihak atau kelompok seniman yang mau bergabung akan dirangkulnya untuk bekerjasama membangun sinematek bernuansa budata NTT.

Bahkan, actor yang masih aktif dalam dunia olah raga beladiri ini, akan  berangkat ke Jakarta untuk membangun komunikasi yang hangat dengan teman-temannya sesame actor dan aktris film era 70-an dan 80-an. Semua dilakukan demi suksesnya sinematek bernunsa budaya NTT.

“Dengan Sinematek, kita angkat budaya kita. Kita angkat budaya dari tiap-tiap kabupaten. Itulah idenya, sehingga anak-anak NTT tidak tertinggal tentang apa itu sinetron, apa itu sinema, film dan juga drama,” kata Herison.

Film kelima yang diperankan Herison Lesitona Manafe berjudul ‘Tantangan Alam Semesta’. Dalam film ini, Herison justru dipercaya sebagai pemeran utama. Selain itu, masih ada sejumlah film lainnya yang diperani Herison Lesitona Manafe. Sementara film terakhir yang dibintanginya berjudul Menerjang Prahara di Komodo. (*)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top