Daerah

Aktivis Perempuan Ende Kuatir, Jangan Sampai Wakil Rakyat Kesannya Seperti Wakil Proyek

TEROPONGNTT, ENDE – Sebanyak sepuluh Anggota DPRD Ende melaksanakan kunjungan kerja (kunker) perdana di kantor Kecamatan Ende Tengah, Senin (2/9/2019). Pada kunker perdana ini, para anggota dewan tersebut sempat berdialog dengan para warga dan tokoh masyarakat yang hadir.

Pada kesempatan ini, Aktivis Perempuan Kabupaten Ende, Ibu Avra meminta kepada 10 orang wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) 1 tersebut untuk memperhatikan pengelolaan anggaran khususnya pemberdayaan perempuan di Kabupaten Ende. Karena menurutnya, sekitar 70 persen masyarakat Kabupaten Ende adalah kaum perempuan.

Bahkan Ibu Avra mengungkapkan, kalau dirinya mengkuatirkan jangan sampai para wakil rakyat kesannya seperti wakil proyek. Kekuatiran tersebut dipicu oleh nyaris hilangnya keprihatinan pemerintah dan wakil rakyat terhadap kepentingan perempuan, terutama untuk menjalankan program pemberdayaan perempuan di Kabupaten Ende.

Acara kunker sepuluh Anggota DPRD Kabupaten Ende yang dilaksankan di ruang tengah Kantor Kecamatan Ende Tengah ini dipandu langsung Camat Ende Tengah, Eman Taji.

Melalui kunjungan kerja ini, Avra berharap, sepuluh (10) wakil rakyat tersebut bisa memiliki semangat kepedulian yang tinggi untuk menganggarkan dana bagi pemberdayaan perempuan di Kabupaten Ende.

Sementara salah satu tokoh masyarakat lainnya yakni Antonius Se, mengharapkan para Anggota DPRD Ende tersebut bisa membantu dari sisi pemgalokasian anggaran guna membangun dan menghidupkan kembali sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Persekolahan Umat Katolik Keuskupan Agung Ende (Yasukel).

Menurut Antonius Se, sekitar 180 sekolah di Kabupaten Ende berada di bawah naungan Yasukel, diantaranya 152 SD dan sisanya SMP dan SMKA/SMK. Namun sumber dananya sangat kecil, uang pun habis untuk gaji guru.

“Yasukel seperti mati enggan hidup pun tak mau. Mau hapus tetapi eksistensinya ada, mau tetap hidup tapi guru-guru menumpuk, sekitar 40-an persen di drop dari pemerintah,” kata Antonius Se.

Antonius Se berharap, pemerintah dan DPRD Ende bisa memperhatikan sekolah-sekolah ini, karena jika tidak ada campur tangan dari pemerintah dan DPRD Kabuapten Ende, maka masa depan sekolah-sekolah ini akan lebih buruk dari saat ini.

(Rian Laka)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top